Senin, 22 Oktober 2012

Zundapp Kopling Si Kecil Yang Langka




Zundapp  Kopling atau Zundapp combinette 404 merupakan motor buatan jerman tahun 50an. Bagi kalangan penggemar motor antik Zundap combinette 404 ini lebih terkenal dengan nama Zundapp kopling. Dinamakan seperti ini karena  cara menggunaan motor ini cukup unik yaitu dengan cara melepas koplingnya jika mau menggunakan motor dan menekan koplingnya untuk memberhentikannya.  Zundapp Koplingku ini buatan tahun 1954 masih cukup terawat dan catnya masih orisinil. Zundapp jenis ini cukup langka karena boleh dibilang zaman dulu barang ini masuk di Indonesia bisa dihitung dengan jari atau barang Limited Edition. Motor ini memiliki fungsi ganda selain sebagai motor juga dapat berfungsi sebagai sepeda. Memurutku motor Zundapp Kopling merupakan motor generasi pertama motor matic karena motor ini mengoperasikannya tanpa memindahlan gigi presneling hanya mengegas dan menekan kopling atau melepas koplingnya. Dengan model yang kecil seperti sepeda onthel  memungkinkan orang untuk memboseh motor ini tanpa menanggung beban yang terlalu berat. Sebuah  Motor yang layak untuk dikoleksi dan belum tentu dinegara asalnya yaitu Jerman motor ini masih ada yang berlalu lalang dijalanan.

Jumat, 21 September 2012

Legalkan Motor Antik Sebagai Benda Cagar Budaya



Sejarah masuknya motor di Indonesia  adalah seorang berkebangsaan Inggris bernama John C. Potter pada tahun 1893.    Sehari-hari  J.C. Potter bekerja sebagai Masinis Pertama di pabrik gula Oemboel (baca: Umbul) Probolinggo, Jawa Timur.   J.C. Potter juga dikenal sebagai penjual mobil yang mendapat kepercayaan Sunan Solo untuk mengurusi pengiriman mobil pertamanya dari Eropa. Sepeda motor itu tiba pada tahun 1893, satu tahun sebelum mobil pertama milik Sunan Solo (merk Benz tipe Carl Benz) tiba di Indonesia.  Hal itu menjadikan J.C. Potter sebagai orang pertama di Indonesia yang menggunakan kendaraan bermotor.   Selain itu, ada hal yang menarik apabila kita mengamati tahun kedatangan sepeda motor tersebut. Untuk diketahui, sepeda motor pertama di dunia (Reitwagen) lahir di Jerman pada 1885 oleh Gottlieb Daimler dan Wilhelm Maybach tetapi belum dijual untuk umum.   Tahun 1893, sepeda motor pertama yang dijual untuk umum dibuat oleh pabrik sepeda motor Hildebrand und Wolfmüller di Muenchen, Jerman.  Sepeda motor ini pertama kali masuk ke Amerika Serikat pada tahun 1895 ketika seorang pemain sirkus asal Perancis membawanya ke New York.   Jadi, meski yang membawanya bukan orang pribumi Indonesia, tetapi sebuah hal yang luar biasa ketika sepeda motor komersial pertama di dunia ternyata langsung dikirim ke Indonesia pada tahun pertama pembuatannya.   Terlebih lagi, baru dua tahun kemudian sepeda motor komersial pertama tersebut masuk Amerika Serikat.   Jadi, sepeda motor yang pertama kali masuk Indonesia merupakan sepeda motor pertama di dunia juga. Sepeda motor ini tidak menggunakan rantai dan roda belakang digerakkan langsung oleh kruk as (crankshaft).   Meski berusia ratusan tahun, ternyata motor komersial pertama di dunia ini sudah mengusung teknologi yang sampai saat ini masih dipakai diantaranya adalah twin-silinder horizontal, 4 valve, berpendingin air, dan berkapasitas mesin besar yaitu 1.500 cc dengan bahan bakar bensin atau nafta.  Namun, meski bermesin besar tetapi tenaga kuda yang dihasilkan hanya 2,5HP saja pada 240rpm.  Selain itu, sepeda motor ini belum menggunakan persneling, belum menggunakan magnet, belum menggunakan aki (accu), belum menggunakan koil, dan belum menggunakan kabel listrik.   Diperlukan waktu sekitar 20 menit untuk menghidupkan dan mestabilkan mesinnya.  Pada tahun 1932, sepeda motor ini ditemukan dalam keadaan rusak di garasi di kediaman John C Potter.   Sepeda motor itu teronggok selama 40 tahun di pojokan garasi dalam keadaan tidak terawat dan berkarat.   Atas bantuan montir-montir marinir di Surabaya, sepeda motor milik John C Potter itu direstorasi (diperbaiki seperti semula) dan disimpan di kantor redaksi mingguan De Motor.   Kemudian sepeda motor antik itu diboyong ke Museum Lalu Lintas (Museum Polisi) di Surabaya yang kemudian pada tahun 1934 disumbangkan ke Museum Negeri Mpu Tantular di Sidoarjo dengan nomer inventaris 10.81 kategori IPTEK namun memberikan deskripsi yang berbeda, yaitu sebagai sepeda motor uap merk Daimler ( Motorlama.com). Itulah sekilas sejarah masuknya sepeda motor di Indonesia. Setelah masa penjajahan Belanda dan Jepang meninggalkan banyak harta karun “ Motor dan Mobil Antik” banyak motor seperti harley davidson, Norton, DKW, BMW, BSA dan masih banyak lagi merk-merk terkenal pada masanya. Motor-motor tersebut ditinggalkan begitu saja oleh penjajah dan kepemilikan motor itu beralih ke penduduk indonesia untuk digunakan mempertahan kemerdekaan di era  tahun 45. Setelah berjalannya waktu ada motor-motor yang sudah rusak atau tak layak jalan dimusnahkan / dijadikan besi tua (sungguh sayang sekali)  dan lainya dirawat oleh sedikit orang yang peduli terhadap saksi sejarah ini.  Dunia mengakui bahwa di Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki populasi motor BSA terbanyak di dunia selain negara asalnya Inggris. Daerah terbanyak populasi motor BSA di Indonesia adalah Pematang Siantar Sumatra utara. Disana dikenal diseluruh dunia dengan Bentornya alisan Becak Motor yang rata-rata memakai motor BSA dengan Seispannya sebagai tempat penumpangnya.  Semoga Pemerintah daerah Pematang Siantar jeli melihat Peluang ini dengan memanfaatkan Bentor-Bentor  itu sebagai salah satu media untuk menarik Wisatawan berkunjung disana atau minimal sebagai trade  mark Kota Pematang siantar ( kalo dengar pematang siantar pasti ingat Bentor BSA). Saat ini masih banyak motor-motor antik peninggalan par
a pejuang kita, karena motor bekas penjajah maka banyak motor tersebut tidak memiliki dokumen-dokumen kepemilikan sehingga legalitasnya dipertanyakan. Dengan umur motor yang sudah diatas 50 tahun sehingga motor ini bisa dikategorikan sebagai Benda Cagar Budaya yang harus dilindungi dan dilestarikan.  Terkait dengan itu maka sudah seharusnya motor-motor antik itu dilegalkan oleh pemerintah  dengan diterbitkannya semacam surat keterangan dari pihak yang berwenang sehingga memiliki kekuatan hukum /legal. Semoga Pemerintah Kita Peduli akan keberadaan Motor Antik Di Indonesia dengan melegalkan dan membebaskan Pajak Kendaraan Bermotor Bagi Motor-Motor Antik Di Indonesia. Kapankah Impian para pecinta motor antik ini terwujud???? Hanya Waktu Yang dapat menjawabnya…………………….

Rabu, 08 Agustus 2012

Bangunan Cagar budaya sebagai Tujuan Wisata



Di Wilayah Malang banyak sekali bangunan- bangunan cagar budaya peninggalan masa kolonial dulu. Kota Malang pada masa lalu merupakan kota yang sudah terkenal akan keindahan alamnya. Secara geografis kota malang dikelilingi oleh gunung-gunung dengan sisi sebelah timur ada gunung semeru sebelah utara ada gunung arjuno sisi sebelah barat ada gunung Kawi dan sisi sebelah selatan ada deretan gunung pantai selatan.  Gunung-gunung yang mengelilingi kota malang ini menambah keindahan kota malang dengan gunung semeru yang setiap setengah jam sekali memuntahkan gas/ abu gunung berapi sangat jelas terlihat dari kota malang. Selain itu sisi sebelah barat ada gunung kawi atau masyarakat Kota Malang menyebutnya gunung putri tidur, karena sekilas dilihat memang seperti putri yang sedang tidur dengan rambut yang terurai. Tata kota Malang memang sangat baik sejak zaman belanda dengan membuat jalan ijen, jalan yang sangat legendaris di kota malang. Selain Jalan ijen ada juga alun-alun bunder yang letaknya didepan kantor Wali Kota dan dekat dengan stasiun kota baru. Bila Pemerintah kota malang jeli dengan memoles bangunan-bangunan cagar budaya ini niscaya banyak Wisatawan mancanegara atau domestik berdatangan ke Kota Malang. Sementara ini Kota Malang hanya kota singgahan Wisatawan yang datang ke Kota Batu. Memang harus diakui Kota Malang dalam hal tujuan Wisata masih kalah dengan Kota Batu yang mana Kota Batu memiliki banyak tempat-tempat Wisata dan memoles alun-alunnya yang cukup baik untuk menarik Wisatawan. Kota Malang memiliki potensi Wisata Cagar Budaya, seperti bangunan asrama Universitas Negeri Malang yang ada didekat Bali Kota Malang apa bila di perbaiki dan dipercantik bangunan itu bisa dimanfaatkan sebagai tujuan Wisata seperti contoh difungsikan sebagai Tempat makan atau tempat pamer Produk kerajinan tangan khas Malang dan masih banyak lagi aset-aset bangunan cagar budaya. Ada asset satu lagi dikota Malang yang belum digali, mungkin ini agak ekstrim yaitu Wisata Kuburan Kuno. Dimalang ada sebuah komplek pemakaman kuno zaman belanda yang letaknya didaerah Sukun Kota Malang. Pemakaman Zaman Belanda ini memiliki ciri khas dengan bentuk bangunan dan patung-patung yang cukup unik. Apabila Dipermak dengan dibersihkan rumput ilalang dan mengecatnya saya rasa Pemakaman itu jauh dari kesan  Angker dan menakutkan bisa sebagai tujuan wisata atau dipergunakan untuk tempat syuting film, objek Fotografer Dll . Selain Itu Di Daerah malang juga ada Pabrik Gula yang notabene merupakan memiliki bangunan dan aset cagar budaya. Kalau Manajemen Pabrik gula bisa memanfaatkan secara maksimal aset-aset yang dimiliki pasti akan dapat pendapatan sampingan selain hasil gulanya. Pabrik gula dengan memanfaatkan Rel-rel Lori sebagai wisata Kereta tua dengan jalur-jalur perkebunan dengan nuansa alam disisi kiri kanan sepanjang perjalanan dengan menggunakan Lokomotif Kuno Milik pabrik. Sebuah Pemikiran Sederhana Ala Sang Pemulung……………………………..



Rabu, 06 Juni 2012

Radio Saksi Bisu Sejarah Kemerdekaan Republik Indonesia


Radio adalah teknologi yang digunakan untuk pengiriman sinyal dengan cara modulasi dan radiasi elektromagnetik (gelombang elektromagnetik). Gelombang ini melintas dan merambat lewat udara dan bisa juga merambat lewat ruang angkasa yang hampa udara, karena gelombang ini tidak memerlukan medium pengangkut (seperti molekul udara).Ketika kemunculannya pertama kali pada 1920, media penyiaran radio langsung menjadi primadona di masyarakat. Pasalnya, media ini menawarkan penyebaran informasi yang lebih luas, lebih cepat, lebih interaktif, dan lebih menghibur. Sebuah penawaran yang tidak mampu disuguhkan koran dan media massa cetak lainnya ketika itu. Radio pada masa penjajahan merupakan alat yang sangat vital untuk mengumumkan suatu kebijakan atau pengumuman untuk tujuan tertentu. Pada masa itu hanya segelintir orang yang memiliki sebuah radio, sehingga pada saat itu radio merupakan suatu barang yang mewah. Orang-orang akan berkerumun hanya untuk mendengarkan siaran radio. Pada saat proklamasi dikumandangkan peran dari radio sangat vital karena proklamasi disiarkan biar seluruh rakyat Indonesia dan dunia mendengar bahwa tanggal 17 Agustus 1945 telah lahir Republik Indonesia. Radio merupakan alat propaganda yang efektif pada zaman itu. Delapan puluh tahun kemudian, radio masih tetap dikonsumsi masyarakat. Namun, jumlah pendengarnya semakin menurun saja saat ini. Sebabnya, budaya masyarakat dalam mengakses informasi berubah. Seiring perkembangan zaman radio mulai beralih fungsi  yang dulunya sebagai alat hiburan dan propaganda berubah menjadi Aksesoris/hiasan Rumah atau Rumah Makan konsep klasik. Pada zaman kemerdekaan banyak sekali merk-merk radio yang beredar di Indonesia diantaranya adalah : Philips, Erres, Grundig, Telefunken,  Galindra, Ralin, Maphira dll. Radio radio itulah sebagai saksi sejarah akan berdirinya Republik ini sehingga saya pribadi sebagai pecinta barang antik/radio antik menghimbau untuk tidak menjual  barang-barang antik terutama Radio antik keluar negeri agar penanda berdirinya republik ini tidak musnah  dari Negara tercinta ini. Untuk mengetahui tahun pembuatan radio Philips adalah sebagai berikut :
Kode radio tabung merk Philips menggunakan 6 hingga 7 digit kode sebagai identifikasi produknya. 

Penomoran tersebut dimanfaatkan selama 20 tahun, sejak 1946 hingga 1966 :
-- Dekade 1946-1956, urutan nomor diawali oleh 2 huruf (misal BX, BD, BF)
-- Dekade 1956-1966 dengan huruf dan angka (misal B4, B6, L4).
Selepas tahun 1966, Philips pun mengubah sistem penomoran produknya, yakni dengan kode AL, RL. Semisal 90 RL 490, 16 AL 360 / 00R, dan lain-lain.

Metode Penomoran pada Periode : 1946-1956
- Kode pertama berupa Huruf merupakan kode untuk Jenis/Tipe
- Kode kedua berupa Huruf merupakan kode untuk Lokasi Perakitan
- Kode ketiga berupa Angka merupakan kode untuk Kelas Harga
- Kode keempat berupa Angka merupakan kode untuk Tahun
- Kode kelima berupa Angka merupakan akhiran
- Kode keenam Catu Daya

Metode Penomoran pada Periode : 1956-1966
- Kode pertama berupa Huruf merupakan kode untuk Jenis/Tipe
- Kode kedua berupa Angka merupakan kode untuk Kelas Harga
- Kode ketiga berupa Huruf merupakan kode untuk Lokasi Perakitan
- Kode keempat berupa Angka-Angka merupakan kode untuk Tahun
- Kode kelima berupa Angka merupakan kode untuk Catu Daya
- Akhiran

Berikut maksud dari masing-masing kode tersebut.
1. Urutan pertama : jenis produk
A :Tuner
F : Console
B : Tabletop
N : Radio Mobil
H : Radio dengan Pickup
L : Portabel
P : Portabel / Radio Mobil
T : Televisi

2. Urutan kedua : Kelas harga
Menunjukkan kelas dan harga. Semakin kecil angka nomornya, berarti makin murah dan rendah kelasnya, sebaliknya semakin besar berarti semakin mahal. Kelas juga menunjukkan fasilitas yang menyertainya, misalnya untuk angka 0 (nol) adalah paling murah dan sederhana, tanpa disertai fasilitas apapun. Angka 6 dapat dipergunakan sebagai amplifier. Angka 9 termahal sekaligus memiliki beberapa fasilitas seperti tape recorder dan signal scope.

3. Urutan ketiga : Lokasi perakitan
X : Belanda / Belgia
A: Austria
D: Jerman
S: Swedia
DK: Denmark
E: Spanyol
F : Perancis
SF: Finlandia
G: Inggris Raya
I: Italia
N: Norwegia
W: Amerika Serikat
Pada masa jayanya, Philips memiliki banyak pabrik perakitan elektronik di berbagai negara, hingga dimunculkanlah kode-kode tertentu untuk membedakan asal pabrik perakitan. Yang paling umum adalah kode X, yang merupakan produksi Belanda (juga Belgia). Pasangan huruf dan nomor juga bisa berarti lokasi perakitan, misalnya E-nomor berasal dari Eindhoven, PL-nomor dari Philips Leuven.
Radio dengan kode IN adalah rakitan pabrik Philips di Indonesia.

4. Urutan keempat : tahun pembuatan dan serial
Urutan keempat dan kelima merupakan pasangan nomor dari 00 hingga 99. Angka pertama memperlihatkan tahun pembuatan, sementara angka belakangnya sebagai pembeda dua radio yang memiliki karakteristik sama atau mungkin dibuat pada th yang sama.

5. Urutan kelima : sumber daya
A : Tenaga listrik AC
U : Universal (AC / DC)
B : Baterai
V : Aki
T : Radio transistor dengan baterai voltase rendah
X : Catu daya utama AC atau dengan vibrator DC
Z : Gabungan aki / soket
Radio dgn kode A berarti dapt langsung dicolokkan ke listrik rumah. Perhatikan, untuk kode U radio tersebut dapat menggunakan AC maupun DC (90 Volt DC). Huruf V umumnya adalah radio mobil. Kode huruf X berarti radio tersebut memiliki catu daya utama AC, tetapi dapat dinyalakan dengan catu daya DC melalui vibrator (semacam tenaga cadangan, fungsinya mirip baterai).

6. Urutan Terakhir : akhiran penutup
Akhiran (bisa berupa garis miring atau nomor) adalah kode tambahan, dan bisa juga berarti apa saja. Misalnya sebagai kode perbaikan teknis, tingkat pengembangan, besar frekuensi daya listrik, kode modifikasi, maupun produk untuk pasar tertentu.
Mari kita praktekkan, radio Philips dengan nomor seri B6X61A/01, dapat diartikan :
B = Jenis radio
6 = Kelasnya
X = Negara Perakit
61 = Tahun (depan) - Serial (belakang)
A = Catu Daya
01 = Akhiran
Jadi ia adalah Philips model table top, klas VI (biasanya memiliki fungsi untuk input piringan hitam/phono) dirakit di Belanda pada tahun 1956, menggunakan catu daya listrik AC.
Misalnya lagi nomor seri L4X24T, maka produk itu adalah radio jinjing (portabel) dengan komponen transistor, bertenaga baterai, yang dirakit di Belanda pada tahun 1962. Nah untuk radio Roti, misal BIN318U dapat diterjemahkan sebagai berikut:
B = jenis radionya (Table top alias ditaroh di atas meja)
IN = Rakitan Indonesia
3 = radio ini berada di kelas III kualitasnya
1 = dibuat sekitaran 1951
8 = akhiran yg berfungsi utk membdakn dg tipe radio roti lainnya yg diproduksi pada thn yg sama
U = Catu daya, u berarti UNIVERSAL, berarti bisa AC (127V) bisa DC (90V)
Dimana lokasi informasi di atas?
Lihat bagian belakang radio (rear cover), ada tutup karton keras. Biasanya karton tersebut memiliki semacam lubang jendela kecil yang langsung memperlihatkan secarik kertas yang menempel di rangka mesin.
Angka yang tersedia adalah (untuk radio Philips)
-- tegangan kerja dalam volt
-- frekuensi kerja dalam hertz
-- nr seri produksi
-- nr tipe radio (nah seperti diuraikan di atas)
-- daya konsumsi dalam watt
( Forum Detik)
Semoga tulisan sederhana ini berguna untuk paran pecinta Besi Tua…….STOP PENJUALAN BARANG ANTIK KE LUAR NEGERI!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Radio Yang Paling digemari Kolektor Radio







Selasa, 29 Mei 2012

Festival Malang Kembali dan Jatidaya 2012




Pemerintah Kota Malang bekerja sama dengan Yayasan Inggil Malang pada tanggal 24 sd 27 Mei 2012  mengadakaan even tahunan Festival Malang Kembali VII atau Malang Tempo Doeloe VII. Acara Tahunan Ini merupakan salah satu cara bagaimana kita melestarikan, mempromosikan dan menghargai budaya kita yang adi luhung. Acara FMK pada tahun ini lebih inovatif dari tahun-tahun sebelumnya karena diacara FMK kali ini tepatnya tanggal 27 Mei 2012  diselingi acara JATIDAYA ( Kerja Bakti Budaya) dengan bergotong royong mengecat bangunan-bangunan cagar budaya disekitaran Wilayah Kayutangan Kota malang. Gotong royong   merupakan ciri khas masyarakat Indonesia yang pada saat ini sudah mulai luntur tergerus arus mordenisasi. Acara JATIDAYA ini diikuti berbagai eleman masyarakat di Kota Malang. Acara seperti ini perlu dicontoh kota-kota lain di Indonesia selain kita melestarikan bangunan Cagar budaya juga memperlihatkan "BETAPA INDAHNYA KEBERSAMAAN".

Festival Malang Kembali VII 








JATIDAYA








Senin, 14 Mei 2012

Ducati Anjing Kecil “ CUCCIOLO” Yang diterlantarkan




Ducati diprakarsai oleh Adriano ducati, Marcello ducati dan Bruno ducati. Tiga saudara ini mendirikan pabrik di bologna itali yang menproduksi jondensor dan komponen2 radio. Perusaan ini kemudian bekerja sama dengan perusahaan laon dengan memproduksi mesin yang digunakan untuk membuat sepeda gunung, mesin ini diberi nama cucciolo. Pada tahun 1950 Ducati memproduksi sebuah kendaraan dengan menggunakan mesin cucciolo tersebut. Motor ini menjadi motor produksi Ducati yang pertama. Motor ini memiliki berat 44kg dengan kapasitas mesin 60cc dan kecepatan maksimal hanya 60 Km/jam. Banyaknya permintaan tidak dibarengi kekuatan produksi membuat Siata kudu putar otak. Keterbatasan dana memaksa Siata bertemu sebuah pabrik manufacturing diBorgo, dekat Bologna. Dikenal dengan nama Ducati. Ducati kala itu adalah sebuah pabrik elektronik dan peralatan ketika pecah perang dunia diItalia. Kebetulan mereka sedang mencari fasilitas dan karyawan, sehingga perjanjian akhirnya terjadi diantara mereka (Siata dan Ducati). Produksi hanya 15 unit pada tahun 1946, membengkak hingga 25,000unit ditahun berikutnya ketika Ducati telah mendapatkan perjanjian eksklusif untuk berproduksi. Tercatat ditahun 1952, Cucciolos sudah terjual sekitar 200,000 unit. Waktu terus berjalan. Ducati secara berkesinambungan membenahi sepeda mesin mereka sampai Cucciolo berubah wujud sedikit demi sedikit menjadi sepeda motor sesungguhnya. Dulunya hanya model 48, 55E, 55R…berganti menjadi sasis press baja yang sangat kuat. Mesinpun ditingkatkan dari 48cc  hingga 65cc lewat varian 65sport/T/TL danTS . Generasi mesin Cucciola akhirnya secara bertahap diganti dengan model “98″. Berdasarkan analisa dan survei model “65″ sudah kurang memenuhi keinginan mayoritas konsumen ditahun 1956 dimana membutuhkan motor yang lebih bertenaga. Mas produksi dibarengi development dunia racing. Sejarah mencatat pada tahun itu pula Ducati mampu menciptakan motor racing DOHC 125cc power 19hp lewat teknologi Desmodromic silinder head sehingga mesin mampu teriak tembus 15ribu rpm. Sedangkan waktu  itu kompetitor lain dengan diplacement yang sama average output power hanya sekitar 16hp maksimum putaran 12,500rpm. Alhasil pada GP Hedemora Swedia (1956), Ducati menyalip semua lawan dengan mudah. Itulah kemenangan pertama kali Ducati. Sayang Giani Degli Antoni, pembalap andalan tim Bologna tewas ketika melakukan test di GP Monza mengakibatkan proyek pengembangan Ducati racing tersendat hingga MV Agusta mendominasi dunia balap sampai tahun 1958. Pada tahun 70an Ducati banyak memproduksi motor-motor dengan kapasitas cc besar dengan mesin L-twin.  Itulah sekilas sejarah dari pabrikan motor Ducati.
Mengapa judul diatas aku namakan Ducati Anjing kecil karena arti dari Cucciolo adalah anjing kecil atau Asu Cilik / Segawon Alit. Ducati Cucciolo hasil pulunganku kali ini boleh terbilang sangat mengenaskan, hampir saja oleh tukang rosok mau menjagalnya untungnya aku datang diwaktu yang tepat. Pertama kali melihat motor nenek moyang motornya Valentino  Rossi  di Moto GP  ini cukup mengenaskan terlihat  berkarat disana sini dan teronggok disudut pengepul besi tua. Motor ini aku beli seharga barang rongsokan dengan  harga timbangan. Setelah aku mendapatkan si anjing kecil ini aku restorasi besar-besaran dan hasilnyapun cukup memuaskankan bagiku sehingga layak untuk penunggu  rumah dengan ditaruh diteras rumah. Si Anjing Kecil ini merupakan Cikal bakal mesin Desmosedici yang terkenal galak di MotoGP itu. Sebuah usaha melestarikan benda cagar budaya yang cukup menyenangkan…….

Kamis, 03 Mei 2012

DKW (Dampt Kraft Wagen) Motor Favoritku




Motor DKW adalah motor kedua yang aku miliki. Motor ini aku beli pertengahan tahun 2008. Motor ini lengkapnya bernama DKW Auto Union RT 125H dengan kapasitas  125CC dengan desain yang cukup bagus. Motor DKW adalah motor buatan Germany tahun 1956 karena model yang cukup bagus pada masanya sehingga banyak pabrikan di eropa menirukan desain motor  DKW. Motor ini dikalangan penggemar motor antik dijuluki sebagai "RAJA TOURING" karena kalo dipakai touring dengan jarak  tempuh yang jauh motor ini termasuk bandel dan jarang pernah rewel . DKW kepanjangan  dari  Dampt  Kraft Wagen. Sejarah dari DKW sendiri adalah  J.S.Rasmussen (1878-1964) seorang Engenier berkebangsaan Denmark bersama seorang temannya  pada tahun 1916 dan mendirikan sebuah Perusahaan bernama “Zschopauer Maschinenfabric”. Awalnya mereka memproduksi kendaraan bertenaga uap ber-merk “DampkraftWagen” .Baru setelah itu Ditahun 1919 perusahaan ini mecoba menciptakan sebuah mesin kecil 2-tak- yang dapat dipasang  di sepeda ,dengan menggunakan kulit sebagai pengikatnya. Mesin-Mesin ini mereka beri nama“Das Knaben Wunder”. Tahun 1921 “Zschopauer Maschinenfabric” berganti nama menjadi “Motorenwerke Rasmussen”, pada tahun 1922 mereka memproduksi Motor pertama mereka “Das Kline Wunder” dan setelah itu Perusahaan ini berkembang dengan cepat. Inovasi berikutnya berupa pembuatan sasis dengan system “press-steel-frames” memungkinkan DKW berproduksi secara Massal . Mereka menjadi salah satu perusahaan kendaraan Motor terbesar Dunia.. .Di tahun 1929 kapasitas produksi “Motorenwerke Rasmussen” diperkirakan mencapai 60.000 unit pertahunnya. Di tahun 1932 Motorenwerke Rasmussen berakuisisi dengan 3 perusahaan otomotif lainnya Audi, Wanderer dan Horch menjadi “Auto Union” dengan lambang empat buah lingkaran,seperti yang dapat kita lihat pada merk Mobil Audi sekarang. di tahun 1949 Perusahaan ini sudah mulai berproduksi kembali dengan produksi pertamanya DKW RT-125 W (W untuk: War) yang diambil dari kesuksesan type ini pada Perang sebelumnya.Type inilah yang ditiru banyak Perusahaan Motor terkemuka Dunia karena keberhasilan daya tahannya pada perang sebelumnya. Era setelah PD ke II, DKW kembali menjadi salah satu Pabrik Motor terkemuka. Seri seri RT-125 dan lain seri RT Diperkirakan berhasil dipasarkan sebanyak 48.000 unit keseluruh penjuru Dunia .Tapi hal ini tak berlangsung lama, Tahun 1958 Mayoritas Saham DKW diambil alih oleh Perusaan terkemuka Daimler/Bens yang menggabungkan DKW, dengan Victoria dan Express dibawah bendera “ Zweirad Union” . Mereka memproduksi motor berkapasitas mesin kecil. Ditahun ini mereka meluncurkan “DKW Hummell” untuk mencoba merebut pasar cc kecil ,serta scooter type Hoby dan cukup berhasil. Akhir masa kejaya-an DKW mulai terlihat , setelah sempat dibeli oleh Volkswagen Group, pada tahun 1966 Zweirad Union dibeli oleh Ficthel & Sachs…..dimana Perusahaan ini menjual motor Herculess ke Inggris dan Amerika…dan tidak l`gi menggunakan merk DKW .(sumber :  DKWindonesia.com)
Kembali ke Motor DKW ku, Motor ini pernah menemaniku kerja selama 2 bulan dengan menempuh jarak kurang lebih 50KM PP. Karena motor ini kurang nyaman untuk dikendarai karena tanpa dilengkapan lampu sein, Lampu Utama redup dan tidak ada spion (tahu sendiri motor-motor antik tidak ada perlengkapan tersebut) akhirnya motor ini aku pensiunkan karena alasan Safety Riding. Sebenarnya seneng dan banyak pengalaman memakai motor tua ini, pernah suatu saat ada razia petugas  dan aku dihentikan tetapi tidak ditanya kelengkapan motornya tapi  malah ditanya tahun berapa pembuatan motor tersebut. Setelah tahu tahun pembuatan 1956 petugas tersebut kagum kok masih ada motor tahun 1956 masih bisa jalan. Dan aku dipersilahkan meneruskan perjalanan mungkin petugas tersebut tahu bahwa motor tersebut  sudah termasuk cagar budaya sehingga patut dipelihara bukan untuk dihancurkan. Tetapi ada pengalaman yang tidak enak tapi itulah seni mengendarai motor antik  pernah suatu saat motorku mogok dijalan dan tidak bisa dihidupin akhirnya aku mencari mobil pick up carteran  untuk mengangkut motorku sampai dirumah dengan ongkos 100 rb sampai rumah. Itulah cerita Antara Aku dan DKW Motor favoritku......Lebih Enak menaiki Motor Tua Dari Pada  Wani**  Tua.....wkwkwkwkwkkwkwkwk