Rabu, 08 Agustus 2012

Bangunan Cagar budaya sebagai Tujuan Wisata



Di Wilayah Malang banyak sekali bangunan- bangunan cagar budaya peninggalan masa kolonial dulu. Kota Malang pada masa lalu merupakan kota yang sudah terkenal akan keindahan alamnya. Secara geografis kota malang dikelilingi oleh gunung-gunung dengan sisi sebelah timur ada gunung semeru sebelah utara ada gunung arjuno sisi sebelah barat ada gunung Kawi dan sisi sebelah selatan ada deretan gunung pantai selatan.  Gunung-gunung yang mengelilingi kota malang ini menambah keindahan kota malang dengan gunung semeru yang setiap setengah jam sekali memuntahkan gas/ abu gunung berapi sangat jelas terlihat dari kota malang. Selain itu sisi sebelah barat ada gunung kawi atau masyarakat Kota Malang menyebutnya gunung putri tidur, karena sekilas dilihat memang seperti putri yang sedang tidur dengan rambut yang terurai. Tata kota Malang memang sangat baik sejak zaman belanda dengan membuat jalan ijen, jalan yang sangat legendaris di kota malang. Selain Jalan ijen ada juga alun-alun bunder yang letaknya didepan kantor Wali Kota dan dekat dengan stasiun kota baru. Bila Pemerintah kota malang jeli dengan memoles bangunan-bangunan cagar budaya ini niscaya banyak Wisatawan mancanegara atau domestik berdatangan ke Kota Malang. Sementara ini Kota Malang hanya kota singgahan Wisatawan yang datang ke Kota Batu. Memang harus diakui Kota Malang dalam hal tujuan Wisata masih kalah dengan Kota Batu yang mana Kota Batu memiliki banyak tempat-tempat Wisata dan memoles alun-alunnya yang cukup baik untuk menarik Wisatawan. Kota Malang memiliki potensi Wisata Cagar Budaya, seperti bangunan asrama Universitas Negeri Malang yang ada didekat Bali Kota Malang apa bila di perbaiki dan dipercantik bangunan itu bisa dimanfaatkan sebagai tujuan Wisata seperti contoh difungsikan sebagai Tempat makan atau tempat pamer Produk kerajinan tangan khas Malang dan masih banyak lagi aset-aset bangunan cagar budaya. Ada asset satu lagi dikota Malang yang belum digali, mungkin ini agak ekstrim yaitu Wisata Kuburan Kuno. Dimalang ada sebuah komplek pemakaman kuno zaman belanda yang letaknya didaerah Sukun Kota Malang. Pemakaman Zaman Belanda ini memiliki ciri khas dengan bentuk bangunan dan patung-patung yang cukup unik. Apabila Dipermak dengan dibersihkan rumput ilalang dan mengecatnya saya rasa Pemakaman itu jauh dari kesan  Angker dan menakutkan bisa sebagai tujuan wisata atau dipergunakan untuk tempat syuting film, objek Fotografer Dll . Selain Itu Di Daerah malang juga ada Pabrik Gula yang notabene merupakan memiliki bangunan dan aset cagar budaya. Kalau Manajemen Pabrik gula bisa memanfaatkan secara maksimal aset-aset yang dimiliki pasti akan dapat pendapatan sampingan selain hasil gulanya. Pabrik gula dengan memanfaatkan Rel-rel Lori sebagai wisata Kereta tua dengan jalur-jalur perkebunan dengan nuansa alam disisi kiri kanan sepanjang perjalanan dengan menggunakan Lokomotif Kuno Milik pabrik. Sebuah Pemikiran Sederhana Ala Sang Pemulung……………………………..



Rabu, 06 Juni 2012

Radio Saksi Bisu Sejarah Kemerdekaan Republik Indonesia


Radio adalah teknologi yang digunakan untuk pengiriman sinyal dengan cara modulasi dan radiasi elektromagnetik (gelombang elektromagnetik). Gelombang ini melintas dan merambat lewat udara dan bisa juga merambat lewat ruang angkasa yang hampa udara, karena gelombang ini tidak memerlukan medium pengangkut (seperti molekul udara).Ketika kemunculannya pertama kali pada 1920, media penyiaran radio langsung menjadi primadona di masyarakat. Pasalnya, media ini menawarkan penyebaran informasi yang lebih luas, lebih cepat, lebih interaktif, dan lebih menghibur. Sebuah penawaran yang tidak mampu disuguhkan koran dan media massa cetak lainnya ketika itu. Radio pada masa penjajahan merupakan alat yang sangat vital untuk mengumumkan suatu kebijakan atau pengumuman untuk tujuan tertentu. Pada masa itu hanya segelintir orang yang memiliki sebuah radio, sehingga pada saat itu radio merupakan suatu barang yang mewah. Orang-orang akan berkerumun hanya untuk mendengarkan siaran radio. Pada saat proklamasi dikumandangkan peran dari radio sangat vital karena proklamasi disiarkan biar seluruh rakyat Indonesia dan dunia mendengar bahwa tanggal 17 Agustus 1945 telah lahir Republik Indonesia. Radio merupakan alat propaganda yang efektif pada zaman itu. Delapan puluh tahun kemudian, radio masih tetap dikonsumsi masyarakat. Namun, jumlah pendengarnya semakin menurun saja saat ini. Sebabnya, budaya masyarakat dalam mengakses informasi berubah. Seiring perkembangan zaman radio mulai beralih fungsi  yang dulunya sebagai alat hiburan dan propaganda berubah menjadi Aksesoris/hiasan Rumah atau Rumah Makan konsep klasik. Pada zaman kemerdekaan banyak sekali merk-merk radio yang beredar di Indonesia diantaranya adalah : Philips, Erres, Grundig, Telefunken,  Galindra, Ralin, Maphira dll. Radio radio itulah sebagai saksi sejarah akan berdirinya Republik ini sehingga saya pribadi sebagai pecinta barang antik/radio antik menghimbau untuk tidak menjual  barang-barang antik terutama Radio antik keluar negeri agar penanda berdirinya republik ini tidak musnah  dari Negara tercinta ini. Untuk mengetahui tahun pembuatan radio Philips adalah sebagai berikut :
Kode radio tabung merk Philips menggunakan 6 hingga 7 digit kode sebagai identifikasi produknya. 

Penomoran tersebut dimanfaatkan selama 20 tahun, sejak 1946 hingga 1966 :
-- Dekade 1946-1956, urutan nomor diawali oleh 2 huruf (misal BX, BD, BF)
-- Dekade 1956-1966 dengan huruf dan angka (misal B4, B6, L4).
Selepas tahun 1966, Philips pun mengubah sistem penomoran produknya, yakni dengan kode AL, RL. Semisal 90 RL 490, 16 AL 360 / 00R, dan lain-lain.

Metode Penomoran pada Periode : 1946-1956
- Kode pertama berupa Huruf merupakan kode untuk Jenis/Tipe
- Kode kedua berupa Huruf merupakan kode untuk Lokasi Perakitan
- Kode ketiga berupa Angka merupakan kode untuk Kelas Harga
- Kode keempat berupa Angka merupakan kode untuk Tahun
- Kode kelima berupa Angka merupakan akhiran
- Kode keenam Catu Daya

Metode Penomoran pada Periode : 1956-1966
- Kode pertama berupa Huruf merupakan kode untuk Jenis/Tipe
- Kode kedua berupa Angka merupakan kode untuk Kelas Harga
- Kode ketiga berupa Huruf merupakan kode untuk Lokasi Perakitan
- Kode keempat berupa Angka-Angka merupakan kode untuk Tahun
- Kode kelima berupa Angka merupakan kode untuk Catu Daya
- Akhiran

Berikut maksud dari masing-masing kode tersebut.
1. Urutan pertama : jenis produk
A :Tuner
F : Console
B : Tabletop
N : Radio Mobil
H : Radio dengan Pickup
L : Portabel
P : Portabel / Radio Mobil
T : Televisi

2. Urutan kedua : Kelas harga
Menunjukkan kelas dan harga. Semakin kecil angka nomornya, berarti makin murah dan rendah kelasnya, sebaliknya semakin besar berarti semakin mahal. Kelas juga menunjukkan fasilitas yang menyertainya, misalnya untuk angka 0 (nol) adalah paling murah dan sederhana, tanpa disertai fasilitas apapun. Angka 6 dapat dipergunakan sebagai amplifier. Angka 9 termahal sekaligus memiliki beberapa fasilitas seperti tape recorder dan signal scope.

3. Urutan ketiga : Lokasi perakitan
X : Belanda / Belgia
A: Austria
D: Jerman
S: Swedia
DK: Denmark
E: Spanyol
F : Perancis
SF: Finlandia
G: Inggris Raya
I: Italia
N: Norwegia
W: Amerika Serikat
Pada masa jayanya, Philips memiliki banyak pabrik perakitan elektronik di berbagai negara, hingga dimunculkanlah kode-kode tertentu untuk membedakan asal pabrik perakitan. Yang paling umum adalah kode X, yang merupakan produksi Belanda (juga Belgia). Pasangan huruf dan nomor juga bisa berarti lokasi perakitan, misalnya E-nomor berasal dari Eindhoven, PL-nomor dari Philips Leuven.
Radio dengan kode IN adalah rakitan pabrik Philips di Indonesia.

4. Urutan keempat : tahun pembuatan dan serial
Urutan keempat dan kelima merupakan pasangan nomor dari 00 hingga 99. Angka pertama memperlihatkan tahun pembuatan, sementara angka belakangnya sebagai pembeda dua radio yang memiliki karakteristik sama atau mungkin dibuat pada th yang sama.

5. Urutan kelima : sumber daya
A : Tenaga listrik AC
U : Universal (AC / DC)
B : Baterai
V : Aki
T : Radio transistor dengan baterai voltase rendah
X : Catu daya utama AC atau dengan vibrator DC
Z : Gabungan aki / soket
Radio dgn kode A berarti dapt langsung dicolokkan ke listrik rumah. Perhatikan, untuk kode U radio tersebut dapat menggunakan AC maupun DC (90 Volt DC). Huruf V umumnya adalah radio mobil. Kode huruf X berarti radio tersebut memiliki catu daya utama AC, tetapi dapat dinyalakan dengan catu daya DC melalui vibrator (semacam tenaga cadangan, fungsinya mirip baterai).

6. Urutan Terakhir : akhiran penutup
Akhiran (bisa berupa garis miring atau nomor) adalah kode tambahan, dan bisa juga berarti apa saja. Misalnya sebagai kode perbaikan teknis, tingkat pengembangan, besar frekuensi daya listrik, kode modifikasi, maupun produk untuk pasar tertentu.
Mari kita praktekkan, radio Philips dengan nomor seri B6X61A/01, dapat diartikan :
B = Jenis radio
6 = Kelasnya
X = Negara Perakit
61 = Tahun (depan) - Serial (belakang)
A = Catu Daya
01 = Akhiran
Jadi ia adalah Philips model table top, klas VI (biasanya memiliki fungsi untuk input piringan hitam/phono) dirakit di Belanda pada tahun 1956, menggunakan catu daya listrik AC.
Misalnya lagi nomor seri L4X24T, maka produk itu adalah radio jinjing (portabel) dengan komponen transistor, bertenaga baterai, yang dirakit di Belanda pada tahun 1962. Nah untuk radio Roti, misal BIN318U dapat diterjemahkan sebagai berikut:
B = jenis radionya (Table top alias ditaroh di atas meja)
IN = Rakitan Indonesia
3 = radio ini berada di kelas III kualitasnya
1 = dibuat sekitaran 1951
8 = akhiran yg berfungsi utk membdakn dg tipe radio roti lainnya yg diproduksi pada thn yg sama
U = Catu daya, u berarti UNIVERSAL, berarti bisa AC (127V) bisa DC (90V)
Dimana lokasi informasi di atas?
Lihat bagian belakang radio (rear cover), ada tutup karton keras. Biasanya karton tersebut memiliki semacam lubang jendela kecil yang langsung memperlihatkan secarik kertas yang menempel di rangka mesin.
Angka yang tersedia adalah (untuk radio Philips)
-- tegangan kerja dalam volt
-- frekuensi kerja dalam hertz
-- nr seri produksi
-- nr tipe radio (nah seperti diuraikan di atas)
-- daya konsumsi dalam watt
( Forum Detik)
Semoga tulisan sederhana ini berguna untuk paran pecinta Besi Tua…….STOP PENJUALAN BARANG ANTIK KE LUAR NEGERI!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Radio Yang Paling digemari Kolektor Radio







Selasa, 29 Mei 2012

Festival Malang Kembali dan Jatidaya 2012




Pemerintah Kota Malang bekerja sama dengan Yayasan Inggil Malang pada tanggal 24 sd 27 Mei 2012  mengadakaan even tahunan Festival Malang Kembali VII atau Malang Tempo Doeloe VII. Acara Tahunan Ini merupakan salah satu cara bagaimana kita melestarikan, mempromosikan dan menghargai budaya kita yang adi luhung. Acara FMK pada tahun ini lebih inovatif dari tahun-tahun sebelumnya karena diacara FMK kali ini tepatnya tanggal 27 Mei 2012  diselingi acara JATIDAYA ( Kerja Bakti Budaya) dengan bergotong royong mengecat bangunan-bangunan cagar budaya disekitaran Wilayah Kayutangan Kota malang. Gotong royong   merupakan ciri khas masyarakat Indonesia yang pada saat ini sudah mulai luntur tergerus arus mordenisasi. Acara JATIDAYA ini diikuti berbagai eleman masyarakat di Kota Malang. Acara seperti ini perlu dicontoh kota-kota lain di Indonesia selain kita melestarikan bangunan Cagar budaya juga memperlihatkan "BETAPA INDAHNYA KEBERSAMAAN".

Festival Malang Kembali VII 








JATIDAYA








Senin, 14 Mei 2012

Ducati Anjing Kecil “ CUCCIOLO” Yang diterlantarkan




Ducati diprakarsai oleh Adriano ducati, Marcello ducati dan Bruno ducati. Tiga saudara ini mendirikan pabrik di bologna itali yang menproduksi jondensor dan komponen2 radio. Perusaan ini kemudian bekerja sama dengan perusahaan laon dengan memproduksi mesin yang digunakan untuk membuat sepeda gunung, mesin ini diberi nama cucciolo. Pada tahun 1950 Ducati memproduksi sebuah kendaraan dengan menggunakan mesin cucciolo tersebut. Motor ini menjadi motor produksi Ducati yang pertama. Motor ini memiliki berat 44kg dengan kapasitas mesin 60cc dan kecepatan maksimal hanya 60 Km/jam. Banyaknya permintaan tidak dibarengi kekuatan produksi membuat Siata kudu putar otak. Keterbatasan dana memaksa Siata bertemu sebuah pabrik manufacturing diBorgo, dekat Bologna. Dikenal dengan nama Ducati. Ducati kala itu adalah sebuah pabrik elektronik dan peralatan ketika pecah perang dunia diItalia. Kebetulan mereka sedang mencari fasilitas dan karyawan, sehingga perjanjian akhirnya terjadi diantara mereka (Siata dan Ducati). Produksi hanya 15 unit pada tahun 1946, membengkak hingga 25,000unit ditahun berikutnya ketika Ducati telah mendapatkan perjanjian eksklusif untuk berproduksi. Tercatat ditahun 1952, Cucciolos sudah terjual sekitar 200,000 unit. Waktu terus berjalan. Ducati secara berkesinambungan membenahi sepeda mesin mereka sampai Cucciolo berubah wujud sedikit demi sedikit menjadi sepeda motor sesungguhnya. Dulunya hanya model 48, 55E, 55R…berganti menjadi sasis press baja yang sangat kuat. Mesinpun ditingkatkan dari 48cc  hingga 65cc lewat varian 65sport/T/TL danTS . Generasi mesin Cucciola akhirnya secara bertahap diganti dengan model “98″. Berdasarkan analisa dan survei model “65″ sudah kurang memenuhi keinginan mayoritas konsumen ditahun 1956 dimana membutuhkan motor yang lebih bertenaga. Mas produksi dibarengi development dunia racing. Sejarah mencatat pada tahun itu pula Ducati mampu menciptakan motor racing DOHC 125cc power 19hp lewat teknologi Desmodromic silinder head sehingga mesin mampu teriak tembus 15ribu rpm. Sedangkan waktu  itu kompetitor lain dengan diplacement yang sama average output power hanya sekitar 16hp maksimum putaran 12,500rpm. Alhasil pada GP Hedemora Swedia (1956), Ducati menyalip semua lawan dengan mudah. Itulah kemenangan pertama kali Ducati. Sayang Giani Degli Antoni, pembalap andalan tim Bologna tewas ketika melakukan test di GP Monza mengakibatkan proyek pengembangan Ducati racing tersendat hingga MV Agusta mendominasi dunia balap sampai tahun 1958. Pada tahun 70an Ducati banyak memproduksi motor-motor dengan kapasitas cc besar dengan mesin L-twin.  Itulah sekilas sejarah dari pabrikan motor Ducati.
Mengapa judul diatas aku namakan Ducati Anjing kecil karena arti dari Cucciolo adalah anjing kecil atau Asu Cilik / Segawon Alit. Ducati Cucciolo hasil pulunganku kali ini boleh terbilang sangat mengenaskan, hampir saja oleh tukang rosok mau menjagalnya untungnya aku datang diwaktu yang tepat. Pertama kali melihat motor nenek moyang motornya Valentino  Rossi  di Moto GP  ini cukup mengenaskan terlihat  berkarat disana sini dan teronggok disudut pengepul besi tua. Motor ini aku beli seharga barang rongsokan dengan  harga timbangan. Setelah aku mendapatkan si anjing kecil ini aku restorasi besar-besaran dan hasilnyapun cukup memuaskankan bagiku sehingga layak untuk penunggu  rumah dengan ditaruh diteras rumah. Si Anjing Kecil ini merupakan Cikal bakal mesin Desmosedici yang terkenal galak di MotoGP itu. Sebuah usaha melestarikan benda cagar budaya yang cukup menyenangkan…….

Kamis, 03 Mei 2012

DKW (Dampt Kraft Wagen) Motor Favoritku




Motor DKW adalah motor kedua yang aku miliki. Motor ini aku beli pertengahan tahun 2008. Motor ini lengkapnya bernama DKW Auto Union RT 125H dengan kapasitas  125CC dengan desain yang cukup bagus. Motor DKW adalah motor buatan Germany tahun 1956 karena model yang cukup bagus pada masanya sehingga banyak pabrikan di eropa menirukan desain motor  DKW. Motor ini dikalangan penggemar motor antik dijuluki sebagai "RAJA TOURING" karena kalo dipakai touring dengan jarak  tempuh yang jauh motor ini termasuk bandel dan jarang pernah rewel . DKW kepanjangan  dari  Dampt  Kraft Wagen. Sejarah dari DKW sendiri adalah  J.S.Rasmussen (1878-1964) seorang Engenier berkebangsaan Denmark bersama seorang temannya  pada tahun 1916 dan mendirikan sebuah Perusahaan bernama “Zschopauer Maschinenfabric”. Awalnya mereka memproduksi kendaraan bertenaga uap ber-merk “DampkraftWagen” .Baru setelah itu Ditahun 1919 perusahaan ini mecoba menciptakan sebuah mesin kecil 2-tak- yang dapat dipasang  di sepeda ,dengan menggunakan kulit sebagai pengikatnya. Mesin-Mesin ini mereka beri nama“Das Knaben Wunder”. Tahun 1921 “Zschopauer Maschinenfabric” berganti nama menjadi “Motorenwerke Rasmussen”, pada tahun 1922 mereka memproduksi Motor pertama mereka “Das Kline Wunder” dan setelah itu Perusahaan ini berkembang dengan cepat. Inovasi berikutnya berupa pembuatan sasis dengan system “press-steel-frames” memungkinkan DKW berproduksi secara Massal . Mereka menjadi salah satu perusahaan kendaraan Motor terbesar Dunia.. .Di tahun 1929 kapasitas produksi “Motorenwerke Rasmussen” diperkirakan mencapai 60.000 unit pertahunnya. Di tahun 1932 Motorenwerke Rasmussen berakuisisi dengan 3 perusahaan otomotif lainnya Audi, Wanderer dan Horch menjadi “Auto Union” dengan lambang empat buah lingkaran,seperti yang dapat kita lihat pada merk Mobil Audi sekarang. di tahun 1949 Perusahaan ini sudah mulai berproduksi kembali dengan produksi pertamanya DKW RT-125 W (W untuk: War) yang diambil dari kesuksesan type ini pada Perang sebelumnya.Type inilah yang ditiru banyak Perusahaan Motor terkemuka Dunia karena keberhasilan daya tahannya pada perang sebelumnya. Era setelah PD ke II, DKW kembali menjadi salah satu Pabrik Motor terkemuka. Seri seri RT-125 dan lain seri RT Diperkirakan berhasil dipasarkan sebanyak 48.000 unit keseluruh penjuru Dunia .Tapi hal ini tak berlangsung lama, Tahun 1958 Mayoritas Saham DKW diambil alih oleh Perusaan terkemuka Daimler/Bens yang menggabungkan DKW, dengan Victoria dan Express dibawah bendera “ Zweirad Union” . Mereka memproduksi motor berkapasitas mesin kecil. Ditahun ini mereka meluncurkan “DKW Hummell” untuk mencoba merebut pasar cc kecil ,serta scooter type Hoby dan cukup berhasil. Akhir masa kejaya-an DKW mulai terlihat , setelah sempat dibeli oleh Volkswagen Group, pada tahun 1966 Zweirad Union dibeli oleh Ficthel & Sachs…..dimana Perusahaan ini menjual motor Herculess ke Inggris dan Amerika…dan tidak l`gi menggunakan merk DKW .(sumber :  DKWindonesia.com)
Kembali ke Motor DKW ku, Motor ini pernah menemaniku kerja selama 2 bulan dengan menempuh jarak kurang lebih 50KM PP. Karena motor ini kurang nyaman untuk dikendarai karena tanpa dilengkapan lampu sein, Lampu Utama redup dan tidak ada spion (tahu sendiri motor-motor antik tidak ada perlengkapan tersebut) akhirnya motor ini aku pensiunkan karena alasan Safety Riding. Sebenarnya seneng dan banyak pengalaman memakai motor tua ini, pernah suatu saat ada razia petugas  dan aku dihentikan tetapi tidak ditanya kelengkapan motornya tapi  malah ditanya tahun berapa pembuatan motor tersebut. Setelah tahu tahun pembuatan 1956 petugas tersebut kagum kok masih ada motor tahun 1956 masih bisa jalan. Dan aku dipersilahkan meneruskan perjalanan mungkin petugas tersebut tahu bahwa motor tersebut  sudah termasuk cagar budaya sehingga patut dipelihara bukan untuk dihancurkan. Tetapi ada pengalaman yang tidak enak tapi itulah seni mengendarai motor antik  pernah suatu saat motorku mogok dijalan dan tidak bisa dihidupin akhirnya aku mencari mobil pick up carteran  untuk mengangkut motorku sampai dirumah dengan ongkos 100 rb sampai rumah. Itulah cerita Antara Aku dan DKW Motor favoritku......Lebih Enak menaiki Motor Tua Dari Pada  Wani**  Tua.....wkwkwkwkwkkwkwkwk


Kamis, 26 April 2012

Kesetiaan Honda C70



Mendengar kata Honda pasti  berpikir tentang Motor sejuta umat, inilah sekilas tentang sejarah motor Honda , Motor  Honda tidak terlepas dari tangan seorang Soichiro Honda, sang pendiri. Soichiro Honda ini seorang pembalap, juga seorang businessman dan juga seorang manufaktur sejati. Disamping semua itu yang paling penting adalah Soichiro Honda itu adalah seorang pemimpi   Dia memimpikan membuat piston ring yang lebih baik. mendirikan sebuah perusahaan kecil dan memprodujsinya. Barulah pada tahun 1958 Seichiro Honda mendirikan pabrikan Honda bersama dengan Takeo Fujikawa yang sangat mendukung dari sisi finansial. Bersama-sama mereka mendirikan emperium Honda. Tahun 1953, Honda memproduksi motor 90cc, 4 stroke yang dikenal sebagai “Benly” atau yang berarti nyaman. Motor ini mempunyai 3 speed gearbox, dan motor ini bisa laku terjual sebanyak 1000 unit sebulan. Tahun 1957, Honda mengeluarkan untuk pertama kalinya twin cylinder motorcycles, 250cc OHC, 4 stroke C70. Motor Honda C70 lumayan cukup canggih dimasanya. Mulailah berbagai produk muncul .. seperti C71 dimana telah menerapkan electric starter pada engine 250cc. Tahun 1959, Benly 125cc juga dikeluarkan dan sanggup mencapai kecepatan 110 km/h. Dan era keemasan Honda muncul pada bulan Juni 1958, yaitu dengan dikeluarkannya C100 Super Cub yang disebut-sebut the most successful motorcycles. Super Cub ini dikembangkan selama 3 tahun, agar murah dan gampang dikendarai oleh siapapun. Motor ini menggunakan 50cc, OHC, 4 stroke, centrifugal clutch dengan 3 transmisi kecepatan. Motor ini sangat mudah dikendarai,.. bahkan bagi pemula sekalipun. Bentuk ini yang dikenal sebagai bebek sekarang dan menjadi populer pada zamannya. Wanita pun mudah mengendarainya. soalnya nggak perlu terhambat oleh bentuk konvensional motor yang ada tanki bensin . Motor ini kemudian muncul berbagai versi  50cc, 70cc dan 90cc.
Motor Honda  C70  warna merah tahun pembuatan 1973 ini adalah motor yang setia menemaniku dalam mencari barang-barang  antik. Mengapa aku pilih motor ini karena alasannya  motornya alhamdulillah gak pernah mogok,enak dan tentu irit yang paling utama. Motor C70 adalah salah satu motor buatan jepang yang banyak penggemarnya dan menurutku Motor dengan model yang cukup bagus dan tersukses sepanjang sejarah pabrikan honda. Motor ini berkapasitas mesin 72cc. Motor ini handal dan cukup irit dengan bahan bakar 1 liter bisa menempuh jarak kurang lebih 70km. Honda C70 memiliki keunggulan harga  murah, irit dan handal. Pertama kali  diperkenalkan di  Asia pada tahun 1970, dengan kapasitas mesin 72cc dan berpendingin udara , mesin tunggal, semi-otomatis 3-speed gearbox, dan tenaga kuda yang cukup untuk menarik sepeda ini ke kecepatan tertinggi 50 mph (80 km / jam). Model pertama memiliki 6 v listrik, pada tahun 1982, 12 v listrik dan pengapian CDI diperkenalkan untuk lebih meningkatkan kinerja mesin. Semua model memiliki rantai penuh-tertutup drive untuk kurang pemeliharaan.
Spesifikasi:
Pemindahan              : 72 cm ³
Mesin                        : 4 langkah
Pengapian                 : poin Breaker
Transmisi                  : 3-speed dengan kopling semi-otomatis
Sistem bahan bakar  : Karburator
Katup                         : 2 katup / silinder
Top Speed                  : 80 km / jam (50 mph)
Listrik                        : 6 Volt
Setiap kali memakai motor ini selalu ada saja orang yang bertanya apa motor c70 ini dijual dan pasti aku jawab “maaf tidak dijual”.  Banyak orang kagum karena aksesoris motor ini lengkap 100% dan  tingkat keorisinilannya mencapai 90% atau  hanya cat dan bannya saja yang tidak orisinil. Walupun kamu berumur 6 tahun lebih tua dariku aku tetap setiap kepadamu honda C70ku.........................Makin Tua Makin Banyak Santannya...ha...ha.....ha....ha....

Minggu, 22 April 2012

Zundapp Motor Pertamaku



Motor Zundapp super combinette buatan tahun 1962 adalah motor antik pertamaku. Motor ini berkapasitas mesin 50cc. Model dari motor ini unik karena model trapnya menggunakan pedal mirip sepeda onthel. Dan pedal  itu selain berfungsi untuk menghidupkan mesin juga berfungsi sebagai rem . Aku masih ingat betul waktu itu tahun 2006 Baru saja anakku pertama lahir. Waktu itu aku masih ditugaskan diluar kota sehingga tiap hari harus Pulang-Pergi. Dalam perjalanan dengan bus aku melihat tempat tambal ban samping kantor Dishub ada sebuah motor antik ditulisi dijual. Aku melihat 1 minggu belum laku, pada suatu hari aku berniat tanya berapa sih harga motor tersebut sehingga aku  dalam perjalanan  pulang aku sempatkan turun bus untuk bertanya motor tersebut. Aku pun bertanya ke si pemilik motor dan pemilik motor bilang bahwa motor tersebut harganya pas 2 juta. Setelah itu aku pulang tanpa berani lagi tanya karena harganya pas 2 juta, padahal aku waktu itu pegang uang 1, 350 karena  sebagai karyawan dengan gaji yang pas-pasan sebagian tabunganku  habis juga untuk membeli berbagai peralatan bagi anak pertamaku.  Pikirku kalo memang motor itu rejekiku pasti kena aku.  Setelah beberapa minggu setelah itu ternyata motor tersebut sudah tidak ada lagi ditempat tambal ban alias  sudah terjual. Akhirnya membuyarkan angan-anganku untuk memiliki motor Antik. Dengan peristiwa itu aku tiap bulan menyisihkan penghasilanku agar aku memiliki dana untuk bisa membeli motor antik.  Beberapa bulan berjalan setelah peristiwa itu pada hari sabtu tepatnya bulan agustus  2006 seperti biasa aku jalan-jalan ke Pasar loak dan pada hari itu aku melihat ditempat samping jualan jual beli besi tua ada sepeda motor Zundapp dijual. Aku berkenalan ke pemiliknya dan bertanya kepadanya berapa motornya dijual.Motor tersebut dijual dengan harga 2,2 juta aku tawar mulai dari 1,5 juta dan akhirnya sepakat diharga 1,850 juta. Tanpa pikir panjang motor tersebut aku beli dengan syarat kepada pemiliknya untuk menyajari aku cara menggunakan motor tersebut karena waktu itu aku blom bisa/tahu cara mengoperasikan motor itu. Setelah beberapa jam diajari akhirnya aku bisa mengoperasikannya. Memang motor antik itu banyak seninya karena cara menggunakan motor ini ada teknik-teknik tersendiri. Itulah pengalaman yang berkesan bagiku dalam menekuni dunia motor antik sampai sekarang dan pemilik zundapp itu sampai saat ini jadi montir untuk motor-motor antikku apabila ada yang rusak ato kurang enak dipakai. Motor Zundapp pertamaku ini pernah ditawar teman jakarta walaupun memang dari nilai uangnya aku sudah untung  tetapi tidak aku lepas karena memang tidak aku jual karena mengingat usaha yang aku lakukan untuk membeli motor zundapp pertamaku ini penuh perjuangan. Usaha atau kenangan cara mendapatkan motor ini  yang tidak dapat dinilai dengan uang berapun.  Sejarah dari dari Motor Zundapp, sepeda motor pertama Zundapp adalah Z22 pada tahun 1921. Dengan desain yang simple dan dapat diandalkan serta diproduksi dengan berbagai seri.Sejarah motor Besar Zundappp dimulai pada tahun 1938 dengan K-series. (K singkatan dari "Kardanantrieb" yakni driveshaft ditutupi dengan dua sendi universal, jenis drivetrain, yang menampilkan model ini). Setelah Perang Dunia II, perusahaan secara bertahap dialihkan ke mesin-mesin produksi yang lebih kecil, misalnya dengan "Bella" motorscooter, masih relatif mesin berat untuk tipe itu. Akhir dari motor besar, dan mengidikasikan juga salah satu model paling terkenal, dirilis pada 1951: di KS601 dengan 598 cc dua silinder mesin. Pada tahun 1958 perusahaan dipindahkan dari Nurnberg ke Munich. Kemudian, perusahaan mengembangkan beberapa model baru yang lebih kecil, berhenti mengembangkan mesin 4-tak dan hanya memproduksi model 2-tak. Awalnya, Zündapp dan scooters mopeds terjual dengan baik, tetapi kemudian penjualan menurun, dan pada tahun 1984, perusahaan itu bangkrut dan ditutup dan sebelum tahun 70an merupakan motor yang cukup populer di Indonesia sebelum motor-motor buatan jepang merajai pasaran di Indonesia....Jangan Pernah merasa bahagia sebelum memiliki Motor Tua........................