Rabu, 23 April 2014

Festival Malang Kembali VIII



Pada Tanggal 02 Mei 2014 Pemerintah Kota Malang mengadakan atjara tahoenan Festival Malang Kembali VIII ataoe Malang Tempo Doeloe VIII dengan tema "SATOES AKOE, 100 LAKOE". Kami warga Malang mengoendang Saoedara-saoedara sekalian di seloeroeh Indonesia oentoek hadir menjaksikan Festival Malang Kembali VIII. Atjara ini meroepakan agenda tahoenan Kota Malang goena memeriahkan hari djadi Kota Malang dengan menampilkan keindahan Kota Malang pada masa lampaoe.Tidak seperti Festival Malang Kembali sebelumnja Atjara ini hanja diadakan 1 hari saja dan Festival Malang Kembali di adakan disepandjang kajoe Tangan( JL Basuki Rahmad) sampai  dengan Aloen-Aloen Kota Malang  yang sebeloemnja selaloe diadakan di Dl Idjen .Seperti Tahoen - tahoen sebeloemnya festival ini menjadjikan soeasana tempo doeloe dengan stan-stan yang terbuat dari alang2 ataoe biasa diseboet goeboeg dan di waktoe malam hari listrik sepandjang daerah Kajoe Tangan (Dl. Basuki Rahmad) dipadamkan dan diganti dengan temaram lampoe-lampoe minjak, lampoe-lampoe strongking dan lampoe-lampoe obor jang terboeat dari bamboe disepandjang Idjen Straat. Acara Malang Kembali ini meroepakan sematjam miniatoer Pasar Rakjat pada masa lampoe. Aneka djadjananpoen beraneka ragam djenisnja moelai dari es gandoel ( es dengan pegangan pohon padi), dawet, permen glali, serabi, djemblem dan lain-lain. Acara hiboeranpoen tak kalah menarik moelai dari njanjian kerontjong, loedroek,kethoprak, tandak bedhes, campoer sari dan lain-lain. Selain itoe para penggemar barang antik djoega dimandjakan dengan berbagai barang-barang antik jang didjoeal di stan-stan moelai barang antik elektronik (radio taboeng,gramaphon,telephon antik dll), sepeda onthel antik, sepeda motor koeno, perabot-perabot roemahan dari kajoe, Dokoemen-dokoemen Koeno, Boekoe-boekoe Koeno, oeang-oeang koeno dan masih banjak lagi barang antik lainnja jang diperdjoeal belikan di acara Malang Kembali ini. Perloe diketahoei bagi Pengoenjoeng Festival Malang Kembali diwadjibkan memakai pakaian model koeno/batik/pakaian adat /kebaja/pakaian noni-noni belanda dan pengoenjoeng dilarang memakai pakaian jang berbahan Jeans. Bagi para pengoenjoeng jang memiliki Sepeda onthel ataoe sepeda motor koeno ataoe Dokar dapat dibawa ke Acara ini dan dapat dipergoenakan secara hilir moedik mengelilingi Idjen Straat dengan Soeasana Tempo Doeloe jang sesoenggoehnja. Atjara sematjam ini patoet dipertahankan dan diagendakan setiap tahoen karena dengan mengadakan festival sematjam ini dapat meningkatkan pendapatan  bagi pedagang-pedagang ketjil ataoe pedagang kaki lima dan sebagai daja tarik wisatawan baik domestik  ataoe  mantjanegara. Setiap kali diadakan pasti pengoendjoeng atjara ini selaloe membloedak jang rata-rata dikoendjoengi kaoem moeda. Dengan atjara sematjam ini bisa mendjaga kelestarian boedaja bangsa kita jang adi loehoeng karena diatjara ini disoegoehkan berbagai kesenian “Tarian, tembang, Dolanan bahkan djadjanan tempo doeloe  jang sekarang tidak ada jang joeal”.  Semoga kota-kota lain di Indonesia bisa mentjontoh Atjara sematjam ini  sebagai salah satoe tjara oentoek melestarikan keboedajaan kita. Terimakasih Kota Malang semoga ini mendjadi Inspirasi Kota Lain.

Senin, 09 September 2013

ILMU PENILAIAN BARANG ANTIK


Ilmu Penilaian dapat  dikatagorikan sebagai art atau seni yang dalam penerapan dan penggunaannya adalah seni anggapan atau estimasi / perkiraan  atas suatu nilai harta. Dalam Ilmu penilaian adalah subjektif karena  satu penilai dengan penilai lain pasti memiliki taksiran nilai  suatu benda tidak sama persis dan itulah nilai seni dalam Ilmu penilaian.
Dalam Ilmu Penilaian yang Baku, Suatu barang/benda dikatakan memiliki  Nilai   apabila memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1.     Kegunaan ( utility), suatu kemampuan untuk membangkitkan keinginan untuk  memiliki benda dimaksud karena diharapkan dapat memberikan keuntungan / bermanfaat.
2 .    Kelangkaan (scarcity), jumlah atau persediaan yang terbatas.
3 .    Permintaan (demand), adanya kebutuhan akan sesuatu benda / harta / properti.
  4.     Dapat dialihkan (transferbility), hak penguasaannya dapat dipindah tangankan kepada Subjek lain.
5.     Dapat dinyatakan dalam bentuk sejumlah uang atau dibandingkan dengan barang berharga lainnya yang sepadan .

Prinsip-Prinsip dalam Ilmu penilaian barang antik :
1.       Prinsip Tertinggi dan Penggunaan terbaik Penggunaan tertinggi dan terbaik atas manfaat  barang antic yang dinilai .
2       Prinsip Penawaran dan Permintaan . Nilai suatu barang antic ditentukan oleh adanya interaksi antara dua unsur kekuatan  yaitu persediaan dan permintaan yang terjadi di Pasar pada saat penilaian dilaksanakan.

Metode Pendekatan Penilaian Barang Antik :
1       Pendekatan Fungsi Barang Antik.
Barang antic akan bernilai tinggi apabila barang tersebut fisiknya masih bagus dan dasih berfungsi sebagai mana mestinya.
Barang-barang antic dapat digolongkan berdasarkan fungsi :
·         Otomotif : Mobil antic, motor antik
·         Elektronik : Gramaphon, Radio Tabung, Kipas angin dll
·         Seni :  patung, lukisan, Reklame Enamel
·         Aksesoris Rumah : Lampu, Gebyok, Pintu Meja Kursi dll
·         Mekanik : Mesin ketik, Mesin Hitung dll
2       Pendekatan Kondisi Barang Antik.
Nilai Barang antic akan semakin tinggi apabila barang yang nilai itu masih orisinil atau asli.
3       Pendekatan  Usia atau tahun pembuatan
Barang antic memiliki nilai tinggi apabila usia atau tahun pembuatannya lebih lama
4       Pendekatan Kelangkaan  suatu barang antic.
Barang antic yang semakin langka keberadaannya dipasaran nilainya lebih tinggi dibandingkan dengan barang antic yang masih banyak dipasaran.


 Demikianlah sedikit informasi yang dapat saya berikan mengenai ilmu penilaan barang antik. Semoga tulisan saya ini dapat menjadi inspirasi yang bermanfaat bagi kita semua.

Senin, 03 Juni 2013

Sejarah Pertelevisian Indonesia



Televisi Republik Indonesia (TVRI) adalah stasiun televisi pertama di Indonesia, yang mengudara pada tanggal 24 Agustus 1962. Siaran perdananya menayangkan Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-17 dari Istana Negara Jakarta. Siarannya ini masih berupa hitam putih. TVRI kemudian meliput Asian Games yang diselenggarakan di Jakarta.
Dahulu TVRI pernah menayangkan iklan dalam satu tayangan khusus yang dengan judul acara Mana Suka Siaran Niaga (sehari dua kali). Sejak April tahun 1981 hingga akhir 90-an TVRI tidak diperbolehkan menayangkan iklan, dan akhirnya TVRI kembali menayangkan iklan. Status TVRI saat ini adalah Lembaga Penyiaran Publik. Sebagian biaya operasional TVRI masih ditanggung oleh negara.
TVRI memonopoli siaran televisi di Indonesia sebelum tahun 1989 ketika didirikan televisi swasta pertama RCTI di Jakarta, dan SCTV pada tahun 1990 di Surabaya.
Pada tahun 1961, Pemerintah Indonesia memutuskan untuk memasukkan proyek media massa televisi ke dalam proyek pembangunan Asian Games IV di bawah koordinasi urusan proyek Asian Games IV.
Pada tanggal 25 Juli 1961, Menteri Penerangan mengeluarkan SK Menpen No. 20/SK/M/1961 tentang pembentukan Panitia Persiapan Televisi (P2T).
Pada 23 Oktober 1961, Presiden Soekarno yang sedang berada di Wina mengirimkan teleks kepada Menteri Penerangan saat itu, Maladi untuk segera menyiapkan proyek televisi (saat itu waktu persiapan hanya tinggal 10 bulan) dengan jadwal sebagai berikut:
Membangun studio di eks AKPEN di Senayan (TVRI sekarang).
Membangun dua pemancar: 100 watt dan 10 Kw dengan tower 80 meter.
Mempersiapkan software (program dan tenaga).
Pada tanggal 17 Agustus 1962, TVRI mulai mengadakan siaran percobaan dengan acara HUT Proklamasi Kemerdekaan Indonesia XVII dari halaman Istana Merdeka Jakarta, dengan pemancar cadangan berkekuatan 100 watt. Kemudian pada 24 Agustus 1962, TVRI mengudara untuk pertama kalinya dengan acara siaran langsung upacara pembukaan Asian Games IV dari stadion utama Gelora Bung Karno.
Pada tanggal 20 Oktober 1963, dikeluarkan Keppres No. 215/1963 tentang pembentukan Yayasan TVRI dengan Pimpinan Umum Presiden RI.
Pada tahun 1964 mulailah dirintis pembangunan Stasiun Penyiaran Daerah dimulai dengan TVRI Stasiun Yogyakarta, yang secara berturut-turut diikuti dengan Stasiun Medan, Surabaya, Makassar, Manado, Denpasar, dan Samarinda.
Tahun 1974, TVRI diubah menjadi salah satu bagian dari organisasi dan tatakerja Departemen Penerangan, yang diberi status Direktorat, langsung bertanggung-jawab pada Direktur Jendral Radio, TV, dan Film, Departemen Penerangan Republik Indonesia.
Sebagai alat komunikasi Pemerintah, tugas TVRI adalah menyampaikan informasi tentang kebijakan Pemerintah kepada rakyat dan pada waktu yang bersamaan menciptakan two-way traffic (lalu lintas dua jalur) dari rakyat untuk pemerintah selama tidak mendiskreditkan usaha-usaha Pemerintah.
Pada garis besarnya tujuan kebijakan Pemerintah dan program-programnya adalah untuk membangun bangsa dan negara Indonesia yang modern dengan masyarakat yang aman, adil, tertib dan sejahtera, yang bertujuan supaya tiap warga Indonesia mengenyam kesejahteraan lahiriah dan mental spiritual. Semua kebijaksanaan Pemerintah beserta programnya harus dapat diterjemahkan melalui siaran-siaran dari studio-studio TVRI yang berkedudukan di ibukota maupun daerah dengan cepat, tepat dan baik.
Semua pelaksanaan TVRI baik di ibu kota maupun di Daerah harus meletakkan tekanan kerjanya kepada integrasi, supaya TVRI menjadi suatu well-integrated mass media (media massa yang terintegrasikan dengan baik) Pemerintah.
Tahun 1975, dikeluarkan SK Menpen No. 55 Bahan siaran/KEP/Menpen/1975, TVRI memiliki status ganda yaitu selain sebagai Yayasan Televisi RI juga sebagai Direktorat Televisi, sedang manajemen yang diterapkan yaitu manajemen perkantoran/birokrasi.(Wikipedia.com)

Selasa, 23 April 2013

Berburu Minthi “Yamaha U50”





YAMAHA, nama tersebut diambil dari nama pendiri pertamanya “Torakusu Yamaha”. Karena kesukaannya pada musik, Torakusu Yamaha mendirikan perusahaan Yamaha Corp pada tahun 1887 dan dikenal sebagai pembuat Orgen pertama di jepang dengan logo garpu tala. Dalam waktu singkat Yamaha dikenal sebagai pembuat berbagai instrumen musik terbesar di dunia. Tahun 1955 disaat perang telah berakhir, Torakusu Yamaha kembali membangun pabrik pembuat alat musik dibawah bendera NIPPON GAKKI di daerah Hamamatsu, yang merupakan pusat sepeda motor di Jepang, termasuk juga motor Suzuki dan Honda yang berasal dari kota jepang. Produksi pertama Yamaha Motor Corp adalah single cylinder 2 stroke 125cc, dimana hasil copy dari DKW 125cc yang berasal dari pabrikan Jerman (Bantam). Sepeda motor ini diberi nama YA1 alias Atakombo dalam bahasa kanji yang berarti Red Dragon Fly (Capung merah). Nama ini diambil dari nama pesawat tempur Jepang. Saat itu motor Yamaha berwarna merah sehingga terlihat beda dengan motor-motor lain yang semuanya berwarna hitam. Produksi pertama Yamaha Motor Corp cukup sukses. Berikutnya Yamaha Motor Corp menggunakan engine 175cc. Pada tahun 1957 Yamaha Motor Corp memproduksi motor twin cylinder YDI yang sanggup mengeluarkan power 20 bHP.. dan memenangkan race Mount Asama di Jepang. Produksi motor ini sekitar 15.811 bikez namun jumlah ini masih dibawah produksi Honda dan Suzuki. Pada tahun 1966 Yamaha mulai mengembangkan sayapnya dengan membuka pabrik diluar negara Jepang, Thailand. Yamaha mulai melewati Suzuki dalam hal produksi motor, dimana pada tahun 1967 telah mencapai 406 ribu unit motor. Jumlah ini melewati saingan terdekatnya Suzuki dengan selisih sekitar 4 rebu unit. Pada Tahun 1970, jumlah type product yang ditawarkan Yamaha mencapai 20 jenis, mulai dari 50cc sampai dengan 350cc. Selain itu Yamaha juga menyadari potensi 2 stroke masih terbuka lebar sehingga Yamaha memproduksi sekitar 574 ribu engines dan 60% diantaranya untuk di ekspor. Dan ditahun yang sama juga, Yamaha mulai bermain di 4 stroke dengan mengeluarkan motor XS1 650cc vertical twin dimana megadopsi dari Triumph Twin. Motor ini sanggup mengeluarkan power sebesar 50HP pada 7200RPM dan torsi maksimum sebesar 52Nm pada 6000RPM. Tidak hanya itu pada tahun yang sama Yamaha membuat YR 5, ini motor pertama yang terkenal ringan dan relatif terjangkau harganya  dibanding motor2 dikelasnya saat itu. Itulah sekilas tentang sejarah Motor Yamaha. Motor Yamaha U50 atau lebih dikenal dikalangan para kolektor Yamaha Minthi  adalah salah satu sepeda motor yang aku cari selama setahun lebih baru menemukan motor ini. motor ini adalah salah satu motor Yamaha yang paling dicari Penggemar Motor Klasik karena modelnya yang klasik dan langka keberadaannya. Langka karena motor ini boleh dibilang limited  Edition pada masanya. Sebenarnya aku sudah setahun lebih  mencari motor ini tapi belum berhasil mendapatkannya. Pada suatu hari aku tanpa sengaja bertemu dengan teman yang juga hoby barang antik dan dia bercerita bahwa  di Wilayah Blimbing Kota malang  ada seseorang yang memiliki Yamaha U50 mau dijual, tanpa pikir panjang aku mengajak temen tadi untuk melihat motor tersebut  setelah aku melihat sendiri motor tersebut aku cocok karena aksesoris dan kelengkapannya masih banyak yang orisinil akhirnya proses jual belipun terjadi dan motor tersebut menjadi  penghuni baru di Museumku. Motor yamaha U 50 sesuai dengan namanya berkapasitas mesin 49cc, dengan spesifikasi :
Pemindahan              : 49 cm ³
Mesin                        : 2  langkah
Pengapian                 : poin Breaker
Transmisi                  : 3-speed dengan kopling semi-otomatis
Sistem bahan bakar  : Karburator
Top Speed                  : 60 km / jam (50 mph)
Listrik                        : 6 Volt

Senin, 22 Oktober 2012

Zundapp Kopling dan Mobylette Motor Matik Generasi Pertama



Motor antik Zundap Kopling dan mobylette adalah motor dengan kapasitas kurang dari 50cc atau lebih dikenal dengan istilah Bromfiet. Motor ini buatan sekitar tahun 50an, keunikan dari motor mopet ini adalah ada pedalnya  yang berfungsi untuk diboseh apabila bensin habis. Sebuah konsep motor yang perlu dikembangkan sekarang. Mungkin konsep boseh ala sepeda  dan tenaga mesin saat ini yang mengadopsi adalah Sepeda motor listrik buatan china. Jadi Motor bisa berfungsi  sebagai sepeda juga. Motor Zundapp kopling dan mobylette untuk menjalankan, setelah mesin dihidupkan motor ini dengan hanya digas aja tanpa ada presnelingnya sehingga seperti motor-motor matik sekarang. Mungkin motor matik sekarang terinspirasi oleh motor tersebut dengan beberapa penyempurnaan teknologinya. Sungguh motor antik banyak memberikan inspirasi bagi para pendesain motor zaman sekarang. Semoga suatu saat dengan menggunakan konsep motor yang ramah lingkungan dengan mengeluarkan motor bermesin yang ada pancalannya sehinggu berfungsi ganda selain sebagai motor juga sebagai sepeda. Ternyata motor antik memiliki teknologi  yang mengagumkan ..................Motor antik aja mengispirasi para ilmuan di dunia otomotif......bagaimana dengan anda????????????????


Zundapp Kopling Si Kecil Yang Langka




Zundapp  Kopling atau Zundapp combinette 404 merupakan motor buatan jerman tahun 50an. Bagi kalangan penggemar motor antik Zundap combinette 404 ini lebih terkenal dengan nama Zundapp kopling. Dinamakan seperti ini karena  cara menggunaan motor ini cukup unik yaitu dengan cara melepas koplingnya jika mau menggunakan motor dan menekan koplingnya untuk memberhentikannya.  Zundapp Koplingku ini buatan tahun 1954 masih cukup terawat dan catnya masih orisinil. Zundapp jenis ini cukup langka karena boleh dibilang zaman dulu barang ini masuk di Indonesia bisa dihitung dengan jari atau barang Limited Edition. Motor ini memiliki fungsi ganda selain sebagai motor juga dapat berfungsi sebagai sepeda. Memurutku motor Zundapp Kopling merupakan motor generasi pertama motor matic karena motor ini mengoperasikannya tanpa memindahlan gigi presneling hanya mengegas dan menekan kopling atau melepas koplingnya. Dengan model yang kecil seperti sepeda onthel  memungkinkan orang untuk memboseh motor ini tanpa menanggung beban yang terlalu berat. Sebuah  Motor yang layak untuk dikoleksi dan belum tentu dinegara asalnya yaitu Jerman motor ini masih ada yang berlalu lalang dijalanan.

Jumat, 21 September 2012

Legalkan Motor Antik Sebagai Benda Cagar Budaya



Sejarah masuknya motor di Indonesia  adalah seorang berkebangsaan Inggris bernama John C. Potter pada tahun 1893.    Sehari-hari  J.C. Potter bekerja sebagai Masinis Pertama di pabrik gula Oemboel (baca: Umbul) Probolinggo, Jawa Timur.   J.C. Potter juga dikenal sebagai penjual mobil yang mendapat kepercayaan Sunan Solo untuk mengurusi pengiriman mobil pertamanya dari Eropa. Sepeda motor itu tiba pada tahun 1893, satu tahun sebelum mobil pertama milik Sunan Solo (merk Benz tipe Carl Benz) tiba di Indonesia.  Hal itu menjadikan J.C. Potter sebagai orang pertama di Indonesia yang menggunakan kendaraan bermotor.   Selain itu, ada hal yang menarik apabila kita mengamati tahun kedatangan sepeda motor tersebut. Untuk diketahui, sepeda motor pertama di dunia (Reitwagen) lahir di Jerman pada 1885 oleh Gottlieb Daimler dan Wilhelm Maybach tetapi belum dijual untuk umum.   Tahun 1893, sepeda motor pertama yang dijual untuk umum dibuat oleh pabrik sepeda motor Hildebrand und Wolfmüller di Muenchen, Jerman.  Sepeda motor ini pertama kali masuk ke Amerika Serikat pada tahun 1895 ketika seorang pemain sirkus asal Perancis membawanya ke New York.   Jadi, meski yang membawanya bukan orang pribumi Indonesia, tetapi sebuah hal yang luar biasa ketika sepeda motor komersial pertama di dunia ternyata langsung dikirim ke Indonesia pada tahun pertama pembuatannya.   Terlebih lagi, baru dua tahun kemudian sepeda motor komersial pertama tersebut masuk Amerika Serikat.   Jadi, sepeda motor yang pertama kali masuk Indonesia merupakan sepeda motor pertama di dunia juga. Sepeda motor ini tidak menggunakan rantai dan roda belakang digerakkan langsung oleh kruk as (crankshaft).   Meski berusia ratusan tahun, ternyata motor komersial pertama di dunia ini sudah mengusung teknologi yang sampai saat ini masih dipakai diantaranya adalah twin-silinder horizontal, 4 valve, berpendingin air, dan berkapasitas mesin besar yaitu 1.500 cc dengan bahan bakar bensin atau nafta.  Namun, meski bermesin besar tetapi tenaga kuda yang dihasilkan hanya 2,5HP saja pada 240rpm.  Selain itu, sepeda motor ini belum menggunakan persneling, belum menggunakan magnet, belum menggunakan aki (accu), belum menggunakan koil, dan belum menggunakan kabel listrik.   Diperlukan waktu sekitar 20 menit untuk menghidupkan dan mestabilkan mesinnya.  Pada tahun 1932, sepeda motor ini ditemukan dalam keadaan rusak di garasi di kediaman John C Potter.   Sepeda motor itu teronggok selama 40 tahun di pojokan garasi dalam keadaan tidak terawat dan berkarat.   Atas bantuan montir-montir marinir di Surabaya, sepeda motor milik John C Potter itu direstorasi (diperbaiki seperti semula) dan disimpan di kantor redaksi mingguan De Motor.   Kemudian sepeda motor antik itu diboyong ke Museum Lalu Lintas (Museum Polisi) di Surabaya yang kemudian pada tahun 1934 disumbangkan ke Museum Negeri Mpu Tantular di Sidoarjo dengan nomer inventaris 10.81 kategori IPTEK namun memberikan deskripsi yang berbeda, yaitu sebagai sepeda motor uap merk Daimler ( Motorlama.com). Itulah sekilas sejarah masuknya sepeda motor di Indonesia. Setelah masa penjajahan Belanda dan Jepang meninggalkan banyak harta karun “ Motor dan Mobil Antik” banyak motor seperti harley davidson, Norton, DKW, BMW, BSA dan masih banyak lagi merk-merk terkenal pada masanya. Motor-motor tersebut ditinggalkan begitu saja oleh penjajah dan kepemilikan motor itu beralih ke penduduk indonesia untuk digunakan mempertahan kemerdekaan di era  tahun 45. Setelah berjalannya waktu ada motor-motor yang sudah rusak atau tak layak jalan dimusnahkan / dijadikan besi tua (sungguh sayang sekali)  dan lainya dirawat oleh sedikit orang yang peduli terhadap saksi sejarah ini.  Dunia mengakui bahwa di Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki populasi motor BSA terbanyak di dunia selain negara asalnya Inggris. Daerah terbanyak populasi motor BSA di Indonesia adalah Pematang Siantar Sumatra utara. Disana dikenal diseluruh dunia dengan Bentornya alisan Becak Motor yang rata-rata memakai motor BSA dengan Seispannya sebagai tempat penumpangnya.  Semoga Pemerintah daerah Pematang Siantar jeli melihat Peluang ini dengan memanfaatkan Bentor-Bentor  itu sebagai salah satu media untuk menarik Wisatawan berkunjung disana atau minimal sebagai trade  mark Kota Pematang siantar ( kalo dengar pematang siantar pasti ingat Bentor BSA). Saat ini masih banyak motor-motor antik peninggalan par
a pejuang kita, karena motor bekas penjajah maka banyak motor tersebut tidak memiliki dokumen-dokumen kepemilikan sehingga legalitasnya dipertanyakan. Dengan umur motor yang sudah diatas 50 tahun sehingga motor ini bisa dikategorikan sebagai Benda Cagar Budaya yang harus dilindungi dan dilestarikan.  Terkait dengan itu maka sudah seharusnya motor-motor antik itu dilegalkan oleh pemerintah  dengan diterbitkannya semacam surat keterangan dari pihak yang berwenang sehingga memiliki kekuatan hukum /legal. Semoga Pemerintah Kita Peduli akan keberadaan Motor Antik Di Indonesia dengan melegalkan dan membebaskan Pajak Kendaraan Bermotor Bagi Motor-Motor Antik Di Indonesia. Kapankah Impian para pecinta motor antik ini terwujud???? Hanya Waktu Yang dapat menjawabnya…………………….

Rabu, 08 Agustus 2012

Bangunan Cagar budaya sebagai Tujuan Wisata



Di Wilayah Malang banyak sekali bangunan- bangunan cagar budaya peninggalan masa kolonial dulu. Kota Malang pada masa lalu merupakan kota yang sudah terkenal akan keindahan alamnya. Secara geografis kota malang dikelilingi oleh gunung-gunung dengan sisi sebelah timur ada gunung semeru sebelah utara ada gunung arjuno sisi sebelah barat ada gunung Kawi dan sisi sebelah selatan ada deretan gunung pantai selatan.  Gunung-gunung yang mengelilingi kota malang ini menambah keindahan kota malang dengan gunung semeru yang setiap setengah jam sekali memuntahkan gas/ abu gunung berapi sangat jelas terlihat dari kota malang. Selain itu sisi sebelah barat ada gunung kawi atau masyarakat Kota Malang menyebutnya gunung putri tidur, karena sekilas dilihat memang seperti putri yang sedang tidur dengan rambut yang terurai. Tata kota Malang memang sangat baik sejak zaman belanda dengan membuat jalan ijen, jalan yang sangat legendaris di kota malang. Selain Jalan ijen ada juga alun-alun bunder yang letaknya didepan kantor Wali Kota dan dekat dengan stasiun kota baru. Bila Pemerintah kota malang jeli dengan memoles bangunan-bangunan cagar budaya ini niscaya banyak Wisatawan mancanegara atau domestik berdatangan ke Kota Malang. Sementara ini Kota Malang hanya kota singgahan Wisatawan yang datang ke Kota Batu. Memang harus diakui Kota Malang dalam hal tujuan Wisata masih kalah dengan Kota Batu yang mana Kota Batu memiliki banyak tempat-tempat Wisata dan memoles alun-alunnya yang cukup baik untuk menarik Wisatawan. Kota Malang memiliki potensi Wisata Cagar Budaya, seperti bangunan asrama Universitas Negeri Malang yang ada didekat Bali Kota Malang apa bila di perbaiki dan dipercantik bangunan itu bisa dimanfaatkan sebagai tujuan Wisata seperti contoh difungsikan sebagai Tempat makan atau tempat pamer Produk kerajinan tangan khas Malang dan masih banyak lagi aset-aset bangunan cagar budaya. Ada asset satu lagi dikota Malang yang belum digali, mungkin ini agak ekstrim yaitu Wisata Kuburan Kuno. Dimalang ada sebuah komplek pemakaman kuno zaman belanda yang letaknya didaerah Sukun Kota Malang. Pemakaman Zaman Belanda ini memiliki ciri khas dengan bentuk bangunan dan patung-patung yang cukup unik. Apabila Dipermak dengan dibersihkan rumput ilalang dan mengecatnya saya rasa Pemakaman itu jauh dari kesan  Angker dan menakutkan bisa sebagai tujuan wisata atau dipergunakan untuk tempat syuting film, objek Fotografer Dll . Selain Itu Di Daerah malang juga ada Pabrik Gula yang notabene merupakan memiliki bangunan dan aset cagar budaya. Kalau Manajemen Pabrik gula bisa memanfaatkan secara maksimal aset-aset yang dimiliki pasti akan dapat pendapatan sampingan selain hasil gulanya. Pabrik gula dengan memanfaatkan Rel-rel Lori sebagai wisata Kereta tua dengan jalur-jalur perkebunan dengan nuansa alam disisi kiri kanan sepanjang perjalanan dengan menggunakan Lokomotif Kuno Milik pabrik. Sebuah Pemikiran Sederhana Ala Sang Pemulung……………………………..



Rabu, 06 Juni 2012

Radio Saksi Bisu Sejarah Kemerdekaan Republik Indonesia


Radio adalah teknologi yang digunakan untuk pengiriman sinyal dengan cara modulasi dan radiasi elektromagnetik (gelombang elektromagnetik). Gelombang ini melintas dan merambat lewat udara dan bisa juga merambat lewat ruang angkasa yang hampa udara, karena gelombang ini tidak memerlukan medium pengangkut (seperti molekul udara).Ketika kemunculannya pertama kali pada 1920, media penyiaran radio langsung menjadi primadona di masyarakat. Pasalnya, media ini menawarkan penyebaran informasi yang lebih luas, lebih cepat, lebih interaktif, dan lebih menghibur. Sebuah penawaran yang tidak mampu disuguhkan koran dan media massa cetak lainnya ketika itu. Radio pada masa penjajahan merupakan alat yang sangat vital untuk mengumumkan suatu kebijakan atau pengumuman untuk tujuan tertentu. Pada masa itu hanya segelintir orang yang memiliki sebuah radio, sehingga pada saat itu radio merupakan suatu barang yang mewah. Orang-orang akan berkerumun hanya untuk mendengarkan siaran radio. Pada saat proklamasi dikumandangkan peran dari radio sangat vital karena proklamasi disiarkan biar seluruh rakyat Indonesia dan dunia mendengar bahwa tanggal 17 Agustus 1945 telah lahir Republik Indonesia. Radio merupakan alat propaganda yang efektif pada zaman itu. Delapan puluh tahun kemudian, radio masih tetap dikonsumsi masyarakat. Namun, jumlah pendengarnya semakin menurun saja saat ini. Sebabnya, budaya masyarakat dalam mengakses informasi berubah. Seiring perkembangan zaman radio mulai beralih fungsi  yang dulunya sebagai alat hiburan dan propaganda berubah menjadi Aksesoris/hiasan Rumah atau Rumah Makan konsep klasik. Pada zaman kemerdekaan banyak sekali merk-merk radio yang beredar di Indonesia diantaranya adalah : Philips, Erres, Grundig, Telefunken,  Galindra, Ralin, Maphira dll. Radio radio itulah sebagai saksi sejarah akan berdirinya Republik ini sehingga saya pribadi sebagai pecinta barang antik/radio antik menghimbau untuk tidak menjual  barang-barang antik terutama Radio antik keluar negeri agar penanda berdirinya republik ini tidak musnah  dari Negara tercinta ini. Untuk mengetahui tahun pembuatan radio Philips adalah sebagai berikut :
Kode radio tabung merk Philips menggunakan 6 hingga 7 digit kode sebagai identifikasi produknya. 

Penomoran tersebut dimanfaatkan selama 20 tahun, sejak 1946 hingga 1966 :
-- Dekade 1946-1956, urutan nomor diawali oleh 2 huruf (misal BX, BD, BF)
-- Dekade 1956-1966 dengan huruf dan angka (misal B4, B6, L4).
Selepas tahun 1966, Philips pun mengubah sistem penomoran produknya, yakni dengan kode AL, RL. Semisal 90 RL 490, 16 AL 360 / 00R, dan lain-lain.

Metode Penomoran pada Periode : 1946-1956
- Kode pertama berupa Huruf merupakan kode untuk Jenis/Tipe
- Kode kedua berupa Huruf merupakan kode untuk Lokasi Perakitan
- Kode ketiga berupa Angka merupakan kode untuk Kelas Harga
- Kode keempat berupa Angka merupakan kode untuk Tahun
- Kode kelima berupa Angka merupakan akhiran
- Kode keenam Catu Daya

Metode Penomoran pada Periode : 1956-1966
- Kode pertama berupa Huruf merupakan kode untuk Jenis/Tipe
- Kode kedua berupa Angka merupakan kode untuk Kelas Harga
- Kode ketiga berupa Huruf merupakan kode untuk Lokasi Perakitan
- Kode keempat berupa Angka-Angka merupakan kode untuk Tahun
- Kode kelima berupa Angka merupakan kode untuk Catu Daya
- Akhiran

Berikut maksud dari masing-masing kode tersebut.
1. Urutan pertama : jenis produk
A :Tuner
F : Console
B : Tabletop
N : Radio Mobil
H : Radio dengan Pickup
L : Portabel
P : Portabel / Radio Mobil
T : Televisi

2. Urutan kedua : Kelas harga
Menunjukkan kelas dan harga. Semakin kecil angka nomornya, berarti makin murah dan rendah kelasnya, sebaliknya semakin besar berarti semakin mahal. Kelas juga menunjukkan fasilitas yang menyertainya, misalnya untuk angka 0 (nol) adalah paling murah dan sederhana, tanpa disertai fasilitas apapun. Angka 6 dapat dipergunakan sebagai amplifier. Angka 9 termahal sekaligus memiliki beberapa fasilitas seperti tape recorder dan signal scope.

3. Urutan ketiga : Lokasi perakitan
X : Belanda / Belgia
A: Austria
D: Jerman
S: Swedia
DK: Denmark
E: Spanyol
F : Perancis
SF: Finlandia
G: Inggris Raya
I: Italia
N: Norwegia
W: Amerika Serikat
Pada masa jayanya, Philips memiliki banyak pabrik perakitan elektronik di berbagai negara, hingga dimunculkanlah kode-kode tertentu untuk membedakan asal pabrik perakitan. Yang paling umum adalah kode X, yang merupakan produksi Belanda (juga Belgia). Pasangan huruf dan nomor juga bisa berarti lokasi perakitan, misalnya E-nomor berasal dari Eindhoven, PL-nomor dari Philips Leuven.
Radio dengan kode IN adalah rakitan pabrik Philips di Indonesia.

4. Urutan keempat : tahun pembuatan dan serial
Urutan keempat dan kelima merupakan pasangan nomor dari 00 hingga 99. Angka pertama memperlihatkan tahun pembuatan, sementara angka belakangnya sebagai pembeda dua radio yang memiliki karakteristik sama atau mungkin dibuat pada th yang sama.

5. Urutan kelima : sumber daya
A : Tenaga listrik AC
U : Universal (AC / DC)
B : Baterai
V : Aki
T : Radio transistor dengan baterai voltase rendah
X : Catu daya utama AC atau dengan vibrator DC
Z : Gabungan aki / soket
Radio dgn kode A berarti dapt langsung dicolokkan ke listrik rumah. Perhatikan, untuk kode U radio tersebut dapat menggunakan AC maupun DC (90 Volt DC). Huruf V umumnya adalah radio mobil. Kode huruf X berarti radio tersebut memiliki catu daya utama AC, tetapi dapat dinyalakan dengan catu daya DC melalui vibrator (semacam tenaga cadangan, fungsinya mirip baterai).

6. Urutan Terakhir : akhiran penutup
Akhiran (bisa berupa garis miring atau nomor) adalah kode tambahan, dan bisa juga berarti apa saja. Misalnya sebagai kode perbaikan teknis, tingkat pengembangan, besar frekuensi daya listrik, kode modifikasi, maupun produk untuk pasar tertentu.
Mari kita praktekkan, radio Philips dengan nomor seri B6X61A/01, dapat diartikan :
B = Jenis radio
6 = Kelasnya
X = Negara Perakit
61 = Tahun (depan) - Serial (belakang)
A = Catu Daya
01 = Akhiran
Jadi ia adalah Philips model table top, klas VI (biasanya memiliki fungsi untuk input piringan hitam/phono) dirakit di Belanda pada tahun 1956, menggunakan catu daya listrik AC.
Misalnya lagi nomor seri L4X24T, maka produk itu adalah radio jinjing (portabel) dengan komponen transistor, bertenaga baterai, yang dirakit di Belanda pada tahun 1962. Nah untuk radio Roti, misal BIN318U dapat diterjemahkan sebagai berikut:
B = jenis radionya (Table top alias ditaroh di atas meja)
IN = Rakitan Indonesia
3 = radio ini berada di kelas III kualitasnya
1 = dibuat sekitaran 1951
8 = akhiran yg berfungsi utk membdakn dg tipe radio roti lainnya yg diproduksi pada thn yg sama
U = Catu daya, u berarti UNIVERSAL, berarti bisa AC (127V) bisa DC (90V)
Dimana lokasi informasi di atas?
Lihat bagian belakang radio (rear cover), ada tutup karton keras. Biasanya karton tersebut memiliki semacam lubang jendela kecil yang langsung memperlihatkan secarik kertas yang menempel di rangka mesin.
Angka yang tersedia adalah (untuk radio Philips)
-- tegangan kerja dalam volt
-- frekuensi kerja dalam hertz
-- nr seri produksi
-- nr tipe radio (nah seperti diuraikan di atas)
-- daya konsumsi dalam watt
( Forum Detik)
Semoga tulisan sederhana ini berguna untuk paran pecinta Besi Tua…….STOP PENJUALAN BARANG ANTIK KE LUAR NEGERI!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Radio Yang Paling digemari Kolektor Radio







Selasa, 29 Mei 2012

Festival Malang Kembali dan Jatidaya 2012




Pemerintah Kota Malang bekerja sama dengan Yayasan Inggil Malang pada tanggal 24 sd 27 Mei 2012  mengadakaan even tahunan Festival Malang Kembali VII atau Malang Tempo Doeloe VII. Acara Tahunan Ini merupakan salah satu cara bagaimana kita melestarikan, mempromosikan dan menghargai budaya kita yang adi luhung. Acara FMK pada tahun ini lebih inovatif dari tahun-tahun sebelumnya karena diacara FMK kali ini tepatnya tanggal 27 Mei 2012  diselingi acara JATIDAYA ( Kerja Bakti Budaya) dengan bergotong royong mengecat bangunan-bangunan cagar budaya disekitaran Wilayah Kayutangan Kota malang. Gotong royong   merupakan ciri khas masyarakat Indonesia yang pada saat ini sudah mulai luntur tergerus arus mordenisasi. Acara JATIDAYA ini diikuti berbagai eleman masyarakat di Kota Malang. Acara seperti ini perlu dicontoh kota-kota lain di Indonesia selain kita melestarikan bangunan Cagar budaya juga memperlihatkan "BETAPA INDAHNYA KEBERSAMAAN".

Festival Malang Kembali VII 








JATIDAYA








Senin, 14 Mei 2012

Ducati Anjing Kecil “ CUCCIOLO” Yang diterlantarkan




Ducati diprakarsai oleh Adriano ducati, Marcello ducati dan Bruno ducati. Tiga saudara ini mendirikan pabrik di bologna itali yang menproduksi jondensor dan komponen2 radio. Perusaan ini kemudian bekerja sama dengan perusahaan laon dengan memproduksi mesin yang digunakan untuk membuat sepeda gunung, mesin ini diberi nama cucciolo. Pada tahun 1950 Ducati memproduksi sebuah kendaraan dengan menggunakan mesin cucciolo tersebut. Motor ini menjadi motor produksi Ducati yang pertama. Motor ini memiliki berat 44kg dengan kapasitas mesin 60cc dan kecepatan maksimal hanya 60 Km/jam. Banyaknya permintaan tidak dibarengi kekuatan produksi membuat Siata kudu putar otak. Keterbatasan dana memaksa Siata bertemu sebuah pabrik manufacturing diBorgo, dekat Bologna. Dikenal dengan nama Ducati. Ducati kala itu adalah sebuah pabrik elektronik dan peralatan ketika pecah perang dunia diItalia. Kebetulan mereka sedang mencari fasilitas dan karyawan, sehingga perjanjian akhirnya terjadi diantara mereka (Siata dan Ducati). Produksi hanya 15 unit pada tahun 1946, membengkak hingga 25,000unit ditahun berikutnya ketika Ducati telah mendapatkan perjanjian eksklusif untuk berproduksi. Tercatat ditahun 1952, Cucciolos sudah terjual sekitar 200,000 unit. Waktu terus berjalan. Ducati secara berkesinambungan membenahi sepeda mesin mereka sampai Cucciolo berubah wujud sedikit demi sedikit menjadi sepeda motor sesungguhnya. Dulunya hanya model 48, 55E, 55R…berganti menjadi sasis press baja yang sangat kuat. Mesinpun ditingkatkan dari 48cc  hingga 65cc lewat varian 65sport/T/TL danTS . Generasi mesin Cucciola akhirnya secara bertahap diganti dengan model “98. Berdasarkan analisa dan survei model “65 sudah kurang memenuhi keinginan mayoritas konsumen ditahun 1956 dimana membutuhkan motor yang lebih bertenaga. Mas produksi dibarengi development dunia racing. Sejarah mencatat pada tahun itu pula Ducati mampu menciptakan motor racing DOHC 125cc power 19hp lewat teknologi Desmodromic silinder head sehingga mesin mampu teriak tembus 15ribu rpm. Sedangkan waktu  itu kompetitor lain dengan diplacement yang sama average output power hanya sekitar 16hp maksimum putaran 12,500rpm. Alhasil pada GP Hedemora Swedia (1956), Ducati menyalip semua lawan dengan mudah. Itulah kemenangan pertama kali Ducati. Sayang Giani Degli Antoni, pembalap andalan tim Bologna tewas ketika melakukan test di GP Monza mengakibatkan proyek pengembangan Ducati racing tersendat hingga MV Agusta mendominasi dunia balap sampai tahun 1958. Pada tahun 70an Ducati banyak memproduksi motor-motor dengan kapasitas cc besar dengan mesin L-twin.  Itulah sekilas sejarah dari pabrikan motor Ducati.
Mengapa judul diatas aku namakan Ducati Anjing kecil karena arti dari Cucciolo adalah anjing kecil atau Asu Cilik / Segawon Alit. Ducati Cucciolo hasil pulunganku kali ini boleh terbilang sangat mengenaskan, hampir saja oleh tukang rosok mau menjagalnya untungnya aku datang diwaktu yang tepat. Pertama kali melihat motor nenek moyang motornya Valentino  Rossi  di Moto GP  ini cukup mengenaskan terlihat  berkarat disana sini dan teronggok disudut pengepul besi tua. Motor ini aku beli seharga barang rongsokan dengan  harga timbangan. Setelah aku mendapatkan si anjing kecil ini aku restorasi besar-besaran dan hasilnyapun cukup memuaskankan bagiku sehingga layak untuk penunggu  rumah dengan ditaruh diteras rumah. Si Anjing Kecil ini merupakan Cikal bakal mesin Desmosedici yang terkenal galak di MotoGP itu. Sebuah usaha melestarikan benda cagar budaya yang cukup menyenangkan…….

Kamis, 03 Mei 2012

DKW (Dampt Kraft Wagen) Motor Favoritku




Motor DKW adalah motor kedua yang aku miliki. Motor ini aku beli pertengahan tahun 2008. Motor ini lengkapnya bernama DKW Auto Union RT 125H dengan kapasitas  125CC dengan desain yang cukup bagus. Motor DKW adalah motor buatan Germany tahun 1956 karena model yang cukup bagus pada masanya sehingga banyak pabrikan di eropa menirukan desain motor  DKW. Motor ini dikalangan penggemar motor antik dijuluki sebagai "RAJA TOURING" karena kalo dipakai touring dengan jarak  tempuh yang jauh motor ini termasuk bandel dan jarang pernah rewel . DKW kepanjangan  dari  Dampt  Kraft Wagen. Sejarah dari DKW sendiri adalah  J.S.Rasmussen (1878-1964) seorang Engenier berkebangsaan Denmark bersama seorang temannya  pada tahun 1916 dan mendirikan sebuah Perusahaan bernama “Zschopauer Maschinenfabric”. Awalnya mereka memproduksi kendaraan bertenaga uap ber-merk “DampkraftWagen” .Baru setelah itu Ditahun 1919 perusahaan ini mecoba menciptakan sebuah mesin kecil 2-tak- yang dapat dipasang  di sepeda ,dengan menggunakan kulit sebagai pengikatnya. Mesin-Mesin ini mereka beri nama“Das Knaben Wunder”. Tahun 1921 “Zschopauer Maschinenfabric” berganti nama menjadi “Motorenwerke Rasmussen”, pada tahun 1922 mereka memproduksi Motor pertama mereka “Das Kline Wunder” dan setelah itu Perusahaan ini berkembang dengan cepat. Inovasi berikutnya berupa pembuatan sasis dengan system “press-steel-frames” memungkinkan DKW berproduksi secara Massal . Mereka menjadi salah satu perusahaan kendaraan Motor terbesar Dunia.. .Di tahun 1929 kapasitas produksi “Motorenwerke Rasmussen” diperkirakan mencapai 60.000 unit pertahunnya. Di tahun 1932 Motorenwerke Rasmussen berakuisisi dengan 3 perusahaan otomotif lainnya Audi, Wanderer dan Horch menjadi “Auto Union” dengan lambang empat buah lingkaran,seperti yang dapat kita lihat pada merk Mobil Audi sekarang. di tahun 1949 Perusahaan ini sudah mulai berproduksi kembali dengan produksi pertamanya DKW RT-125 W (W untuk: War) yang diambil dari kesuksesan type ini pada Perang sebelumnya.Type inilah yang ditiru banyak Perusahaan Motor terkemuka Dunia karena keberhasilan daya tahannya pada perang sebelumnya. Era setelah PD ke II, DKW kembali menjadi salah satu Pabrik Motor terkemuka. Seri seri RT-125 dan lain seri RT Diperkirakan berhasil dipasarkan sebanyak 48.000 unit keseluruh penjuru Dunia .Tapi hal ini tak berlangsung lama, Tahun 1958 Mayoritas Saham DKW diambil alih oleh Perusaan terkemuka Daimler/Bens yang menggabungkan DKW, dengan Victoria dan Express dibawah bendera “ Zweirad Union” . Mereka memproduksi motor berkapasitas mesin kecil. Ditahun ini mereka meluncurkan “DKW Hummell” untuk mencoba merebut pasar cc kecil ,serta scooter type Hoby dan cukup berhasil. Akhir masa kejaya-an DKW mulai terlihat , setelah sempat dibeli oleh Volkswagen Group, pada tahun 1966 Zweirad Union dibeli oleh Ficthel & Sachs…..dimana Perusahaan ini menjual motor Herculess ke Inggris dan Amerika…dan tidak l`gi menggunakan merk DKW .(sumber :  DKWindonesia.com)
Kembali ke Motor DKW ku, Motor ini pernah menemaniku kerja selama 2 bulan dengan menempuh jarak kurang lebih 50KM PP. Karena motor ini kurang nyaman untuk dikendarai karena tanpa dilengkapan lampu sein, Lampu Utama redup dan tidak ada spion (tahu sendiri motor-motor antik tidak ada perlengkapan tersebut) akhirnya motor ini aku pensiunkan karena alasan Safety Riding. Sebenarnya seneng dan banyak pengalaman memakai motor tua ini, pernah suatu saat ada razia petugas  dan aku dihentikan tetapi tidak ditanya kelengkapan motornya tapi  malah ditanya tahun berapa pembuatan motor tersebut. Setelah tahu tahun pembuatan 1956 petugas tersebut kagum kok masih ada motor tahun 1956 masih bisa jalan. Dan aku dipersilahkan meneruskan perjalanan mungkin petugas tersebut tahu bahwa motor tersebut  sudah termasuk cagar budaya sehingga patut dipelihara bukan untuk dihancurkan. Tetapi ada pengalaman yang tidak enak tapi itulah seni mengendarai motor antik  pernah suatu saat motorku mogok dijalan dan tidak bisa dihidupin akhirnya aku mencari mobil pick up carteran  untuk mengangkut motorku sampai dirumah dengan ongkos 100 rb sampai rumah. Itulah cerita Antara Aku dan DKW Motor favoritku......Lebih Enak menaiki Motor Tua Dari Pada  Wani**  Tua.....wkwkwkwkwkkwkwkwk


Kamis, 26 April 2012

Kesetiaan Honda C70



Mendengar kata Honda pasti  berpikir tentang Motor sejuta umat, inilah sekilas tentang sejarah motor Honda , Motor  Honda tidak terlepas dari tangan seorang Soichiro Honda, sang pendiri. Soichiro Honda ini seorang pembalap, juga seorang businessman dan juga seorang manufaktur sejati. Disamping semua itu yang paling penting adalah Soichiro Honda itu adalah seorang pemimpi   Dia memimpikan membuat piston ring yang lebih baik. mendirikan sebuah perusahaan kecil dan memprodujsinya. Barulah pada tahun 1958 Seichiro Honda mendirikan pabrikan Honda bersama dengan Takeo Fujikawa yang sangat mendukung dari sisi finansial. Bersama-sama mereka mendirikan emperium Honda. Tahun 1953, Honda memproduksi motor 90cc, 4 stroke yang dikenal sebagai “Benly” atau yang berarti nyaman. Motor ini mempunyai 3 speed gearbox, dan motor ini bisa laku terjual sebanyak 1000 unit sebulan. Tahun 1957, Honda mengeluarkan untuk pertama kalinya twin cylinder motorcycles, 250cc OHC, 4 stroke C70. Motor Honda C70 lumayan cukup canggih dimasanya. Mulailah berbagai produk muncul .. seperti C71 dimana telah menerapkan electric starter pada engine 250cc. Tahun 1959, Benly 125cc juga dikeluarkan dan sanggup mencapai kecepatan 110 km/h. Dan era keemasan Honda muncul pada bulan Juni 1958, yaitu dengan dikeluarkannya C100 Super Cub yang disebut-sebut the most successful motorcycles. Super Cub ini dikembangkan selama 3 tahun, agar murah dan gampang dikendarai oleh siapapun. Motor ini menggunakan 50cc, OHC, 4 stroke, centrifugal clutch dengan 3 transmisi kecepatan. Motor ini sangat mudah dikendarai,.. bahkan bagi pemula sekalipun. Bentuk ini yang dikenal sebagai bebek sekarang dan menjadi populer pada zamannya. Wanita pun mudah mengendarainya. soalnya nggak perlu terhambat oleh bentuk konvensional motor yang ada tanki bensin . Motor ini kemudian muncul berbagai versi  50cc, 70cc dan 90cc.
Motor Honda  C70  warna merah tahun pembuatan 1973 ini adalah motor yang setia menemaniku dalam mencari barang-barang  antik. Mengapa aku pilih motor ini karena alasannya  motornya alhamdulillah gak pernah mogok,enak dan tentu irit yang paling utama. Motor C70 adalah salah satu motor buatan jepang yang banyak penggemarnya dan menurutku Motor dengan model yang cukup bagus dan tersukses sepanjang sejarah pabrikan honda. Motor ini berkapasitas mesin 72cc. Motor ini handal dan cukup irit dengan bahan bakar 1 liter bisa menempuh jarak kurang lebih 70km. Honda C70 memiliki keunggulan harga  murah, irit dan handal. Pertama kali  diperkenalkan di  Asia pada tahun 1970, dengan kapasitas mesin 72cc dan berpendingin udara , mesin tunggal, semi-otomatis 3-speed gearbox, dan tenaga kuda yang cukup untuk menarik sepeda ini ke kecepatan tertinggi 50 mph (80 km / jam). Model pertama memiliki 6 v listrik, pada tahun 1982, 12 v listrik dan pengapian CDI diperkenalkan untuk lebih meningkatkan kinerja mesin. Semua model memiliki rantai penuh-tertutup drive untuk kurang pemeliharaan.
Spesifikasi:
Pemindahan              : 72 cm ³
Mesin                        : 4 langkah
Pengapian                 : poin Breaker
Transmisi                  : 3-speed dengan kopling semi-otomatis
Sistem bahan bakar  : Karburator
Katup                         : 2 katup / silinder
Top Speed                  : 80 km / jam (50 mph)
Listrik                        : 6 Volt
Setiap kali memakai motor ini selalu ada saja orang yang bertanya apa motor c70 ini dijual dan pasti aku jawab maaf tidak dijual”.  Banyak orang kagum karena aksesoris motor ini lengkap 100% dan  tingkat keorisinilannya mencapai 90% atau  hanya cat dan bannya saja yang tidak orisinil. Walupun kamu berumur 6 tahun lebih tua dariku aku tetap setiap kepadamu honda C70ku.........................Makin Tua Makin Banyak Santannya...ha...ha.....ha....ha....

Minggu, 22 April 2012

Zundapp Motor Pertamaku



Motor Zundapp super combinette buatan tahun 1962 adalah motor antik pertamaku. Motor ini berkapasitas mesin 50cc. Model dari motor ini unik karena model trapnya menggunakan pedal mirip sepeda onthel. Dan pedal  itu selain berfungsi untuk menghidupkan mesin juga berfungsi sebagai rem . Aku masih ingat betul waktu itu tahun 2006 Baru saja anakku pertama lahir. Waktu itu aku masih ditugaskan diluar kota sehingga tiap hari harus Pulang-Pergi. Dalam perjalanan dengan bus aku melihat tempat tambal ban samping kantor Dishub ada sebuah motor antik ditulisi dijual. Aku melihat 1 minggu belum laku, pada suatu hari aku berniat tanya berapa sih harga motor tersebut sehingga aku  dalam perjalanan  pulang aku sempatkan turun bus untuk bertanya motor tersebut. Aku pun bertanya ke si pemilik motor dan pemilik motor bilang bahwa motor tersebut harganya pas 2 juta. Setelah itu aku pulang tanpa berani lagi tanya karena harganya pas 2 juta, padahal aku waktu itu pegang uang 1, 350 karena  sebagai karyawan dengan gaji yang pas-pasan sebagian tabunganku  habis juga untuk membeli berbagai peralatan bagi anak pertamaku.  Pikirku kalo memang motor itu rejekiku pasti kena aku.  Setelah beberapa minggu setelah itu ternyata motor tersebut sudah tidak ada lagi ditempat tambal ban alias  sudah terjual. Akhirnya membuyarkan angan-anganku untuk memiliki motor Antik. Dengan peristiwa itu aku tiap bulan menyisihkan penghasilanku agar aku memiliki dana untuk bisa membeli motor antik.  Beberapa bulan berjalan setelah peristiwa itu pada hari sabtu tepatnya bulan agustus  2006 seperti biasa aku jalan-jalan ke Pasar loak dan pada hari itu aku melihat ditempat samping jualan jual beli besi tua ada sepeda motor Zundapp dijual. Aku berkenalan ke pemiliknya dan bertanya kepadanya berapa motornya dijual.Motor tersebut dijual dengan harga 2,2 juta aku tawar mulai dari 1,5 juta dan akhirnya sepakat diharga 1,850 juta. Tanpa pikir panjang motor tersebut aku beli dengan syarat kepada pemiliknya untuk menyajari aku cara menggunakan motor tersebut karena waktu itu aku blom bisa/tahu cara mengoperasikan motor itu. Setelah beberapa jam diajari akhirnya aku bisa mengoperasikannya. Memang motor antik itu banyak seninya karena cara menggunakan motor ini ada teknik-teknik tersendiri. Itulah pengalaman yang berkesan bagiku dalam menekuni dunia motor antik sampai sekarang dan pemilik zundapp itu sampai saat ini jadi montir untuk motor-motor antikku apabila ada yang rusak ato kurang enak dipakai. Motor Zundapp pertamaku ini pernah ditawar teman jakarta walaupun memang dari nilai uangnya aku sudah untung  tetapi tidak aku lepas karena memang tidak aku jual karena mengingat usaha yang aku lakukan untuk membeli motor zundapp pertamaku ini penuh perjuangan. Usaha atau kenangan cara mendapatkan motor ini  yang tidak dapat dinilai dengan uang berapun.  Sejarah dari dari Motor Zundapp, sepeda motor pertama Zundapp adalah Z22 pada tahun 1921. Dengan desain yang simple dan dapat diandalkan serta diproduksi dengan berbagai seri.Sejarah motor Besar Zundappp dimulai pada tahun 1938 dengan K-series. (K singkatan dari "Kardanantrieb" yakni driveshaft ditutupi dengan dua sendi universal, jenis drivetrain, yang menampilkan model ini). Setelah Perang Dunia II, perusahaan secara bertahap dialihkan ke mesin-mesin produksi yang lebih kecil, misalnya dengan "Bella" motorscooter, masih relatif mesin berat untuk tipe itu. Akhir dari motor besar, dan mengidikasikan juga salah satu model paling terkenal, dirilis pada 1951: di KS601 dengan 598 cc dua silinder mesin. Pada tahun 1958 perusahaan dipindahkan dari Nurnberg ke Munich. Kemudian, perusahaan mengembangkan beberapa model baru yang lebih kecil, berhenti mengembangkan mesin 4-tak dan hanya memproduksi model 2-tak. Awalnya, Zündapp dan scooters mopeds terjual dengan baik, tetapi kemudian penjualan menurun, dan pada tahun 1984, perusahaan itu bangkrut dan ditutup dan sebelum tahun 70an merupakan motor yang cukup populer di Indonesia sebelum motor-motor buatan jepang merajai pasaran di Indonesia....Jangan Pernah merasa bahagia sebelum memiliki Motor Tua........................