Pada Tanggal 02 Mei 2014 Pemerintah Kota Malang mengadakan atjara tahoenan Festival Malang Kembali VIII ataoe Malang Tempo Doeloe VIII dengan tema "SATOES AKOE, 100 LAKOE". Kami warga Malang mengoendang Saoedara-saoedara sekalian di seloeroeh Indonesia oentoek hadir menjaksikan Festival Malang Kembali VIII. Atjara ini meroepakan agenda tahoenan Kota Malang goena memeriahkan hari djadi Kota Malang dengan menampilkan keindahan Kota Malang pada masa lampaoe.Tidak seperti Festival Malang Kembali sebelumnja Atjara ini hanja diadakan 1 hari saja dan Festival Malang Kembali di adakan disepandjang kajoe Tangan( JL Basuki Rahmad) sampai dengan Aloen-Aloen Kota Malang yang sebeloemnja selaloe diadakan di Dl Idjen .Seperti Tahoen - tahoen sebeloemnya festival ini menjadjikan soeasana tempo doeloe dengan stan-stan yang terbuat dari alang2 ataoe biasa diseboet goeboeg dan di waktoe malam hari listrik sepandjang daerah Kajoe Tangan (Dl. Basuki Rahmad) dipadamkan dan diganti dengan temaram lampoe-lampoe minjak, lampoe-lampoe strongking dan lampoe-lampoe obor jang terboeat dari bamboe disepandjang Idjen Straat. Acara Malang Kembali ini meroepakan sematjam miniatoer Pasar Rakjat pada masa lampoe. Aneka djadjananpoen beraneka ragam djenisnja moelai dari es gandoel ( es dengan pegangan pohon padi), dawet, permen glali, serabi, djemblem dan lain-lain. Acara hiboeranpoen tak kalah menarik moelai dari njanjian kerontjong, loedroek,kethoprak, tandak bedhes, campoer sari dan lain-lain. Selain itoe para penggemar barang antik djoega dimandjakan dengan berbagai barang-barang antik jang didjoeal di stan-stan moelai barang antik elektronik (radio taboeng,gramaphon,telephon antik dll), sepeda onthel antik, sepeda motor koeno, perabot-perabot roemahan dari kajoe, Dokoemen-dokoemen Koeno, Boekoe-boekoe Koeno, oeang-oeang koeno dan masih banjak lagi barang antik lainnja jang diperdjoeal belikan di acara Malang Kembali ini. Perloe diketahoei bagi Pengoenjoeng Festival Malang Kembali diwadjibkan memakai pakaian model koeno/batik/pakaian adat /kebaja/pakaian noni-noni belanda dan pengoenjoeng dilarang memakai pakaian jang berbahan Jeans. Bagi para pengoenjoeng jang memiliki Sepeda onthel ataoe sepeda motor koeno ataoe Dokar dapat dibawa ke Acara ini dan dapat dipergoenakan secara hilir moedik mengelilingi Idjen Straat dengan Soeasana Tempo Doeloe jang sesoenggoehnja. Atjara sematjam ini patoet dipertahankan dan diagendakan setiap tahoen karena dengan mengadakan festival sematjam ini dapat meningkatkan pendapatan bagi pedagang-pedagang ketjil ataoe pedagang kaki lima dan sebagai daja tarik wisatawan baik domestik ataoe mantjanegara. Setiap kali diadakan pasti pengoendjoeng atjara ini selaloe membloedak jang rata-rata dikoendjoengi kaoem moeda. Dengan atjara sematjam ini bisa mendjaga kelestarian boedaja bangsa kita jang adi loehoeng karena diatjara ini disoegoehkan berbagai kesenian “Tarian, tembang, Dolanan bahkan djadjanan tempo doeloe jang sekarang tidak ada jang joeal”. Semoga kota-kota lain di Indonesia bisa mentjontoh Atjara sematjam ini sebagai salah satoe tjara oentoek melestarikan keboedajaan kita. Terimakasih Kota Malang semoga ini mendjadi Inspirasi Kota Lain.
Waktu tidak pernah akan terulang kembali hanya dengan benda-benda pada masanyalah kita dapat bernostalgia dengan waktu yang lampau
Rabu, 23 April 2014
Senin, 09 September 2013
ILMU PENILAIAN BARANG ANTIK
Ilmu Penilaian dapat dikatagorikan sebagai art atau seni yang dalam
penerapan dan penggunaannya adalah seni anggapan atau estimasi / perkiraan atas suatu nilai harta. Dalam Ilmu penilaian
adalah subjektif karena satu penilai
dengan penilai lain pasti memiliki taksiran nilai suatu benda tidak sama persis dan itulah nilai
seni dalam Ilmu penilaian.
Dalam Ilmu Penilaian yang Baku, Suatu barang/benda dikatakan memiliki Nilai
apabila memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1. Kegunaan (
utility), suatu kemampuan untuk membangkitkan keinginan untuk memiliki benda dimaksud karena diharapkan
dapat memberikan keuntungan / bermanfaat.
2 . Kelangkaan
(scarcity), jumlah atau persediaan yang terbatas.
3 . Permintaan
(demand), adanya kebutuhan akan sesuatu benda / harta / properti.
4. Dapat
dialihkan (transferbility), hak penguasaannya dapat dipindah tangankan kepada
Subjek lain.
5. Dapat
dinyatakan dalam bentuk sejumlah uang atau dibandingkan dengan barang berharga
lainnya yang sepadan .
Prinsip-Prinsip dalam Ilmu penilaian barang antik :
1.
Prinsip
Tertinggi dan Penggunaan terbaik Penggunaan tertinggi dan terbaik atas manfaat barang antic yang dinilai .
2
Prinsip
Penawaran dan Permintaan . Nilai suatu barang antic ditentukan oleh adanya
interaksi antara dua unsur kekuatan
yaitu persediaan dan permintaan yang terjadi di Pasar pada saat
penilaian dilaksanakan.
Metode Pendekatan
Penilaian Barang Antik :
1
Pendekatan
Fungsi Barang Antik.
Barang antic akan bernilai tinggi apabila
barang tersebut fisiknya masih bagus dan dasih berfungsi sebagai mana mestinya.
Barang-barang antic dapat digolongkan
berdasarkan fungsi :
·
Otomotif :
Mobil antic, motor antik
·
Elektronik
: Gramaphon, Radio Tabung, Kipas angin dll
·
Seni : patung, lukisan, Reklame Enamel
·
Aksesoris
Rumah : Lampu, Gebyok, Pintu Meja Kursi dll
·
Mekanik :
Mesin ketik, Mesin Hitung dll
2 Pendekatan
Kondisi Barang Antik.
Nilai Barang antic akan semakin tinggi apabila
barang yang nilai itu masih orisinil atau asli.
3 Pendekatan Usia atau tahun pembuatan
Barang antic memiliki nilai tinggi apabila usia
atau tahun pembuatannya lebih lama
4
Pendekatan
Kelangkaan suatu barang antic.
Barang antic yang semakin langka keberadaannya dipasaran
nilainya lebih tinggi dibandingkan dengan barang antic yang masih banyak
dipasaran.
Demikianlah sedikit informasi
yang dapat saya berikan mengenai ilmu penilaan barang antik. Semoga tulisan saya
ini dapat menjadi inspirasi yang bermanfaat bagi kita semua.
Senin, 03 Juni 2013
Sejarah Pertelevisian Indonesia
Televisi Republik Indonesia (TVRI) adalah stasiun televisi pertama di Indonesia, yang mengudara pada tanggal 24 Agustus 1962. Siaran perdananya menayangkan Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-17 dari Istana Negara Jakarta. Siarannya ini masih berupa hitam putih. TVRI kemudian meliput Asian Games yang diselenggarakan di Jakarta.
Dahulu TVRI pernah menayangkan iklan dalam satu tayangan khusus yang dengan judul acara Mana Suka Siaran Niaga (sehari dua kali). Sejak April tahun 1981 hingga akhir 90-an TVRI tidak diperbolehkan menayangkan iklan, dan akhirnya TVRI kembali menayangkan iklan. Status TVRI saat ini adalah Lembaga Penyiaran Publik. Sebagian biaya operasional TVRI masih ditanggung oleh negara.
TVRI memonopoli siaran televisi di Indonesia sebelum tahun 1989 ketika didirikan televisi swasta pertama RCTI di Jakarta, dan SCTV pada tahun 1990 di Surabaya.
Dahulu TVRI pernah menayangkan iklan dalam satu tayangan khusus yang dengan judul acara Mana Suka Siaran Niaga (sehari dua kali). Sejak April tahun 1981 hingga akhir 90-an TVRI tidak diperbolehkan menayangkan iklan, dan akhirnya TVRI kembali menayangkan iklan. Status TVRI saat ini adalah Lembaga Penyiaran Publik. Sebagian biaya operasional TVRI masih ditanggung oleh negara.
TVRI memonopoli siaran televisi di Indonesia sebelum tahun 1989 ketika didirikan televisi swasta pertama RCTI di Jakarta, dan SCTV pada tahun 1990 di Surabaya.
Pada tahun 1961, Pemerintah Indonesia memutuskan untuk memasukkan proyek media massa televisi ke dalam proyek pembangunan Asian Games IV di bawah koordinasi urusan proyek Asian Games IV.
Pada tanggal 25 Juli 1961, Menteri Penerangan mengeluarkan SK Menpen No. 20/SK/M/1961 tentang pembentukan Panitia Persiapan Televisi (P2T).
Pada 23 Oktober 1961, Presiden Soekarno yang sedang berada di Wina mengirimkan teleks kepada Menteri Penerangan saat itu, Maladi untuk segera menyiapkan proyek televisi (saat itu waktu persiapan hanya tinggal 10 bulan) dengan jadwal sebagai berikut:
Membangun studio di eks AKPEN di Senayan (TVRI sekarang).
Membangun dua pemancar: 100 watt dan 10 Kw dengan tower 80 meter.
Mempersiapkan software (program dan tenaga).
Pada tanggal 17 Agustus 1962, TVRI mulai mengadakan siaran percobaan dengan acara HUT Proklamasi Kemerdekaan Indonesia XVII dari halaman Istana Merdeka Jakarta, dengan pemancar cadangan berkekuatan 100 watt. Kemudian pada 24 Agustus 1962, TVRI mengudara untuk pertama kalinya dengan acara siaran langsung upacara pembukaan Asian Games IV dari stadion utama Gelora Bung Karno.
Pada tanggal 20 Oktober 1963, dikeluarkan Keppres No. 215/1963 tentang pembentukan Yayasan TVRI dengan Pimpinan Umum Presiden RI.
Pada tahun 1964 mulailah dirintis pembangunan Stasiun Penyiaran Daerah dimulai dengan TVRI Stasiun Yogyakarta, yang secara berturut-turut diikuti dengan Stasiun Medan, Surabaya, Makassar, Manado, Denpasar, dan Samarinda.
Pada tanggal 25 Juli 1961, Menteri Penerangan mengeluarkan SK Menpen No. 20/SK/M/1961 tentang pembentukan Panitia Persiapan Televisi (P2T).
Pada 23 Oktober 1961, Presiden Soekarno yang sedang berada di Wina mengirimkan teleks kepada Menteri Penerangan saat itu, Maladi untuk segera menyiapkan proyek televisi (saat itu waktu persiapan hanya tinggal 10 bulan) dengan jadwal sebagai berikut:
Membangun studio di eks AKPEN di Senayan (TVRI sekarang).
Membangun dua pemancar: 100 watt dan 10 Kw dengan tower 80 meter.
Mempersiapkan software (program dan tenaga).
Pada tanggal 17 Agustus 1962, TVRI mulai mengadakan siaran percobaan dengan acara HUT Proklamasi Kemerdekaan Indonesia XVII dari halaman Istana Merdeka Jakarta, dengan pemancar cadangan berkekuatan 100 watt. Kemudian pada 24 Agustus 1962, TVRI mengudara untuk pertama kalinya dengan acara siaran langsung upacara pembukaan Asian Games IV dari stadion utama Gelora Bung Karno.
Pada tanggal 20 Oktober 1963, dikeluarkan Keppres No. 215/1963 tentang pembentukan Yayasan TVRI dengan Pimpinan Umum Presiden RI.
Pada tahun 1964 mulailah dirintis pembangunan Stasiun Penyiaran Daerah dimulai dengan TVRI Stasiun Yogyakarta, yang secara berturut-turut diikuti dengan Stasiun Medan, Surabaya, Makassar, Manado, Denpasar, dan Samarinda.
Tahun 1974, TVRI diubah menjadi salah satu bagian dari organisasi dan tatakerja Departemen Penerangan, yang diberi status Direktorat, langsung bertanggung-jawab pada Direktur Jendral Radio, TV, dan Film, Departemen Penerangan Republik Indonesia.
Sebagai alat komunikasi Pemerintah, tugas TVRI adalah menyampaikan informasi tentang kebijakan Pemerintah kepada rakyat dan pada waktu yang bersamaan menciptakan two-way traffic (lalu lintas dua jalur) dari rakyat untuk pemerintah selama tidak mendiskreditkan usaha-usaha Pemerintah.
Pada garis besarnya tujuan kebijakan Pemerintah dan program-programnya adalah untuk membangun bangsa dan negara Indonesia yang modern dengan masyarakat yang aman, adil, tertib dan sejahtera, yang bertujuan supaya tiap warga Indonesia mengenyam kesejahteraan lahiriah dan mental spiritual. Semua kebijaksanaan Pemerintah beserta programnya harus dapat diterjemahkan melalui siaran-siaran dari studio-studio TVRI yang berkedudukan di ibukota maupun daerah dengan cepat, tepat dan baik.
Semua pelaksanaan TVRI baik di ibu kota maupun di Daerah harus meletakkan tekanan kerjanya kepada integrasi, supaya TVRI menjadi suatu well-integrated mass media (media massa yang terintegrasikan dengan baik) Pemerintah.
Tahun 1975, dikeluarkan SK Menpen No. 55 Bahan siaran/KEP/Menpen/1975, TVRI memiliki status ganda yaitu selain sebagai Yayasan Televisi RI juga sebagai Direktorat Televisi, sedang manajemen yang diterapkan yaitu manajemen perkantoran/birokrasi.(Wikipedia.com)
Sebagai alat komunikasi Pemerintah, tugas TVRI adalah menyampaikan informasi tentang kebijakan Pemerintah kepada rakyat dan pada waktu yang bersamaan menciptakan two-way traffic (lalu lintas dua jalur) dari rakyat untuk pemerintah selama tidak mendiskreditkan usaha-usaha Pemerintah.
Pada garis besarnya tujuan kebijakan Pemerintah dan program-programnya adalah untuk membangun bangsa dan negara Indonesia yang modern dengan masyarakat yang aman, adil, tertib dan sejahtera, yang bertujuan supaya tiap warga Indonesia mengenyam kesejahteraan lahiriah dan mental spiritual. Semua kebijaksanaan Pemerintah beserta programnya harus dapat diterjemahkan melalui siaran-siaran dari studio-studio TVRI yang berkedudukan di ibukota maupun daerah dengan cepat, tepat dan baik.
Semua pelaksanaan TVRI baik di ibu kota maupun di Daerah harus meletakkan tekanan kerjanya kepada integrasi, supaya TVRI menjadi suatu well-integrated mass media (media massa yang terintegrasikan dengan baik) Pemerintah.
Tahun 1975, dikeluarkan SK Menpen No. 55 Bahan siaran/KEP/Menpen/1975, TVRI memiliki status ganda yaitu selain sebagai Yayasan Televisi RI juga sebagai Direktorat Televisi, sedang manajemen yang diterapkan yaitu manajemen perkantoran/birokrasi.(Wikipedia.com)
Selasa, 23 April 2013
Berburu Minthi “Yamaha U50”
YAMAHA, nama tersebut
diambil dari nama pendiri pertamanya “Torakusu Yamaha”. Karena kesukaannya pada musik, Torakusu
Yamaha mendirikan perusahaan Yamaha Corp pada tahun 1887 dan dikenal sebagai pembuat Orgen pertama di jepang
dengan logo garpu tala. Dalam waktu singkat Yamaha dikenal sebagai pembuat
berbagai instrumen musik terbesar di dunia. Tahun 1955 disaat perang telah
berakhir, Torakusu Yamaha kembali membangun pabrik pembuat alat musik dibawah
bendera NIPPON GAKKI di daerah Hamamatsu, yang merupakan pusat sepeda motor di
Jepang, termasuk juga motor Suzuki dan Honda yang berasal dari kota jepang. Produksi
pertama Yamaha Motor Corp adalah single cylinder 2 stroke 125cc, dimana hasil
copy dari DKW 125cc yang berasal dari pabrikan Jerman (Bantam). Sepeda motor
ini diberi nama YA1 alias Atakombo dalam bahasa kanji yang berarti Red Dragon
Fly (Capung merah). Nama ini diambil dari nama pesawat tempur Jepang. Saat itu
motor Yamaha berwarna merah sehingga terlihat beda dengan motor-motor lain yang
semuanya berwarna hitam. Produksi pertama Yamaha Motor Corp cukup sukses.
Berikutnya Yamaha Motor Corp menggunakan engine 175cc. Pada tahun 1957 Yamaha
Motor Corp memproduksi motor twin cylinder YDI yang sanggup mengeluarkan power
20 bHP.. dan memenangkan race Mount Asama di Jepang. Produksi motor ini sekitar
15.811 bikez namun jumlah ini masih dibawah produksi Honda dan Suzuki. Pada
tahun 1966 Yamaha mulai mengembangkan sayapnya dengan membuka pabrik diluar
negara Jepang, Thailand. Yamaha mulai melewati Suzuki dalam hal produksi motor,
dimana pada tahun 1967 telah mencapai 406 ribu unit motor. Jumlah ini melewati
saingan terdekatnya Suzuki dengan selisih sekitar 4 rebu unit. Pada Tahun 1970,
jumlah type product yang ditawarkan Yamaha mencapai 20 jenis, mulai dari 50cc
sampai dengan 350cc. Selain itu Yamaha juga menyadari potensi 2 stroke masih
terbuka lebar sehingga Yamaha memproduksi sekitar 574 ribu engines dan 60%
diantaranya untuk di ekspor. Dan ditahun yang sama juga, Yamaha mulai bermain
di 4 stroke dengan mengeluarkan motor XS1 650cc vertical twin dimana megadopsi
dari Triumph Twin. Motor ini sanggup mengeluarkan power sebesar 50HP pada
7200RPM dan torsi maksimum sebesar 52Nm pada 6000RPM. Tidak hanya itu pada
tahun yang sama Yamaha membuat YR 5, ini motor pertama yang terkenal ringan dan
relatif terjangkau harganya dibanding
motor2 dikelasnya saat itu. Itulah sekilas tentang sejarah Motor Yamaha. Motor
Yamaha U50 atau lebih dikenal dikalangan para kolektor Yamaha Minthi adalah salah satu sepeda motor yang aku cari
selama setahun lebih baru menemukan motor ini. motor ini adalah salah satu
motor Yamaha yang paling dicari Penggemar Motor Klasik karena modelnya yang
klasik dan langka keberadaannya. Langka karena motor ini boleh dibilang limited
Edition pada masanya. Sebenarnya aku
sudah setahun lebih mencari motor ini
tapi belum berhasil mendapatkannya. Pada suatu hari aku tanpa sengaja bertemu
dengan teman yang juga hoby barang antik dan dia bercerita bahwa di Wilayah Blimbing Kota malang ada seseorang yang memiliki Yamaha U50 mau
dijual, tanpa pikir panjang aku mengajak temen tadi untuk melihat motor
tersebut setelah aku melihat sendiri
motor tersebut aku cocok karena aksesoris dan kelengkapannya masih banyak yang
orisinil akhirnya proses jual belipun terjadi dan motor tersebut menjadi penghuni baru di Museumku. Motor yamaha U 50
sesuai dengan namanya berkapasitas mesin 49cc, dengan spesifikasi :
Pemindahan : 49 cm ³
Mesin : 2 langkah
Pengapian : poin Breaker
Transmisi : 3-speed dengan kopling
semi-otomatis
Sistem
bahan bakar : Karburator
Top
Speed : 60 km / jam (50 mph)
Listrik : 6 Volt
Senin, 22 Oktober 2012
Zundapp Kopling dan Mobylette Motor Matik Generasi Pertama
Motor antik Zundap Kopling dan mobylette
adalah motor dengan kapasitas kurang dari 50cc atau lebih dikenal dengan
istilah Bromfiet. Motor ini buatan
sekitar tahun 50an, keunikan dari motor mopet ini adalah ada pedalnya yang berfungsi untuk diboseh apabila bensin
habis. Sebuah konsep motor yang perlu dikembangkan sekarang. Mungkin konsep
boseh ala sepeda dan tenaga mesin saat
ini yang mengadopsi adalah Sepeda motor listrik buatan china. Jadi Motor bisa
berfungsi sebagai sepeda juga. Motor Zundapp kopling dan
mobylette untuk menjalankan, setelah mesin dihidupkan motor ini dengan hanya
digas aja tanpa ada presnelingnya sehingga seperti motor-motor matik sekarang. Mungkin motor
matik sekarang terinspirasi oleh motor tersebut dengan beberapa penyempurnaan
teknologinya. Sungguh motor antik banyak memberikan inspirasi bagi para
pendesain motor zaman sekarang. Semoga
suatu saat dengan menggunakan konsep motor yang ramah lingkungan dengan
mengeluarkan motor bermesin yang ada pancalannya sehinggu berfungsi ganda selain
sebagai motor juga sebagai sepeda. Ternyata motor antik
memiliki teknologi yang mengagumkan
..................Motor antik aja mengispirasi para ilmuan di dunia
otomotif......bagaimana dengan anda????????????????
Zundapp Kopling Si Kecil Yang Langka
Zundapp Kopling atau Zundapp combinette 404 merupakan motor
buatan jerman tahun 50an. Bagi kalangan penggemar motor antik Zundap combinette
404 ini lebih terkenal dengan nama Zundapp kopling. Dinamakan seperti ini
karena cara menggunaan motor ini cukup
unik yaitu dengan cara melepas koplingnya jika mau menggunakan motor dan
menekan koplingnya untuk memberhentikannya. Zundapp Koplingku ini buatan tahun 1954 masih
cukup terawat dan catnya masih orisinil. Zundapp jenis ini cukup langka karena
boleh dibilang zaman dulu barang ini masuk di Indonesia bisa dihitung dengan
jari atau barang Limited Edition. Motor ini memiliki fungsi ganda selain
sebagai motor juga dapat berfungsi sebagai sepeda. Memurutku motor Zundapp
Kopling merupakan motor generasi pertama motor matic karena motor ini
mengoperasikannya tanpa memindahlan gigi presneling hanya mengegas dan menekan
kopling atau melepas koplingnya. Dengan model yang kecil seperti sepeda
onthel memungkinkan orang untuk memboseh
motor ini tanpa menanggung beban yang terlalu berat. Sebuah Motor yang layak untuk dikoleksi dan belum
tentu dinegara asalnya yaitu Jerman motor ini masih ada yang berlalu lalang
dijalanan.
Jumat, 21 September 2012
Legalkan Motor Antik Sebagai Benda Cagar Budaya
Sejarah masuknya motor di Indonesia adalah seorang
berkebangsaan Inggris bernama John C. Potter pada tahun 1893. Sehari-hari
J.C. Potter bekerja sebagai Masinis Pertama di pabrik gula Oemboel
(baca: Umbul) Probolinggo, Jawa Timur.
J.C. Potter juga dikenal sebagai penjual mobil yang mendapat kepercayaan
Sunan Solo untuk mengurusi pengiriman mobil pertamanya dari Eropa. Sepeda motor itu tiba pada tahun 1893, satu
tahun sebelum mobil pertama milik Sunan Solo (merk Benz tipe Carl Benz) tiba di
Indonesia. Hal itu menjadikan J.C.
Potter sebagai orang pertama di Indonesia yang menggunakan kendaraan
bermotor. Selain itu, ada hal yang menarik
apabila kita mengamati tahun kedatangan sepeda motor tersebut. Untuk diketahui, sepeda motor pertama di dunia
(Reitwagen) lahir di Jerman pada 1885 oleh Gottlieb Daimler dan Wilhelm Maybach
tetapi belum dijual untuk umum. Tahun
1893, sepeda motor pertama yang dijual untuk umum dibuat oleh pabrik sepeda
motor Hildebrand und Wolfmüller di Muenchen, Jerman. Sepeda motor ini pertama kali masuk ke
Amerika Serikat pada tahun 1895 ketika seorang pemain sirkus asal Perancis
membawanya ke New York. Jadi, meski
yang membawanya bukan orang pribumi Indonesia, tetapi sebuah hal yang luar
biasa ketika sepeda motor komersial pertama di dunia ternyata langsung dikirim
ke Indonesia pada tahun pertama pembuatannya.
Terlebih lagi, baru dua tahun kemudian sepeda motor komersial pertama
tersebut masuk Amerika Serikat. Jadi,
sepeda motor yang pertama kali masuk Indonesia merupakan sepeda motor pertama
di dunia juga. Sepeda motor ini
tidak menggunakan rantai dan roda belakang digerakkan langsung oleh kruk as
(crankshaft). Meski berusia ratusan
tahun, ternyata motor komersial pertama di dunia ini sudah mengusung teknologi
yang sampai saat ini masih dipakai diantaranya adalah twin-silinder horizontal,
4 valve, berpendingin air, dan berkapasitas mesin besar yaitu 1.500 cc dengan
bahan bakar bensin atau nafta. Namun,
meski bermesin besar tetapi tenaga kuda yang dihasilkan hanya 2,5HP saja pada
240rpm. Selain itu, sepeda motor ini
belum menggunakan persneling, belum menggunakan magnet, belum menggunakan aki
(accu), belum menggunakan koil, dan belum menggunakan kabel listrik. Diperlukan waktu sekitar 20 menit untuk
menghidupkan dan mestabilkan mesinnya.
Pada tahun 1932, sepeda motor ini ditemukan dalam keadaan rusak di
garasi di kediaman John C Potter.
Sepeda motor itu teronggok selama 40 tahun di pojokan garasi dalam
keadaan tidak terawat dan berkarat.
Atas bantuan montir-montir marinir di Surabaya, sepeda motor milik John
C Potter itu direstorasi (diperbaiki seperti semula) dan disimpan di kantor
redaksi mingguan De Motor. Kemudian
sepeda motor antik itu diboyong ke Museum Lalu Lintas (Museum Polisi) di
Surabaya yang kemudian pada tahun 1934 disumbangkan ke Museum Negeri Mpu
Tantular di Sidoarjo dengan nomer inventaris 10.81 kategori IPTEK namun
memberikan deskripsi yang berbeda, yaitu sebagai sepeda motor uap merk Daimler (
Motorlama.com). Itulah sekilas sejarah masuknya sepeda motor di Indonesia. Setelah masa penjajahan Belanda dan Jepang meninggalkan banyak harta karun “ Motor dan Mobil Antik” banyak
motor seperti harley davidson, Norton, DKW, BMW, BSA dan masih banyak lagi
merk-merk terkenal pada masanya. Motor-motor tersebut ditinggalkan begitu saja
oleh penjajah dan kepemilikan motor itu beralih ke penduduk indonesia untuk
digunakan mempertahan kemerdekaan di era tahun
45. Setelah berjalannya waktu ada motor-motor yang sudah rusak atau tak layak
jalan dimusnahkan / dijadikan besi tua
(sungguh sayang sekali) dan lainya dirawat oleh sedikit orang yang
peduli terhadap saksi sejarah ini. Dunia
mengakui bahwa di Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki populasi
motor BSA terbanyak di dunia selain negara asalnya Inggris. Daerah terbanyak
populasi motor BSA di Indonesia adalah Pematang Siantar Sumatra utara. Disana
dikenal diseluruh dunia dengan Bentornya alisan Becak Motor yang rata-rata
memakai motor BSA dengan Seispannya sebagai tempat penumpangnya. Semoga
Pemerintah daerah Pematang Siantar jeli melihat Peluang ini dengan memanfaatkan
Bentor-Bentor itu sebagai salah satu
media untuk menarik Wisatawan berkunjung disana atau minimal sebagai trade mark Kota Pematang siantar ( kalo dengar
pematang siantar pasti ingat Bentor BSA). Saat ini masih
banyak motor-motor antik peninggalan par
a pejuang kita, karena motor bekas
penjajah maka banyak motor tersebut tidak memiliki dokumen-dokumen kepemilikan
sehingga legalitasnya dipertanyakan. Dengan umur motor yang sudah diatas 50 tahun sehingga
motor ini bisa dikategorikan sebagai Benda Cagar Budaya yang harus dilindungi
dan dilestarikan. Terkait dengan itu
maka sudah seharusnya motor-motor antik itu dilegalkan oleh pemerintah dengan diterbitkannya semacam surat
keterangan dari pihak yang berwenang sehingga memiliki kekuatan hukum /legal. Semoga Pemerintah
Kita Peduli akan keberadaan Motor Antik Di Indonesia dengan melegalkan dan
membebaskan Pajak Kendaraan Bermotor Bagi Motor-Motor Antik Di Indonesia.
Kapankah Impian para pecinta motor antik ini terwujud???? Hanya Waktu Yang dapat menjawabnya…………………….
Rabu, 08 Agustus 2012
Bangunan Cagar budaya sebagai Tujuan Wisata
Di Wilayah Malang banyak sekali bangunan- bangunan cagar budaya
peninggalan masa kolonial dulu. Kota Malang pada masa lalu merupakan kota yang
sudah terkenal akan keindahan alamnya. Secara geografis kota malang dikelilingi
oleh gunung-gunung dengan sisi sebelah timur ada gunung semeru sebelah utara
ada gunung arjuno sisi sebelah barat ada gunung Kawi dan sisi sebelah selatan
ada deretan gunung pantai selatan. Gunung-gunung yang mengelilingi kota malang
ini menambah keindahan kota malang dengan gunung semeru yang setiap setengah
jam sekali memuntahkan gas/ abu gunung berapi sangat jelas terlihat dari kota
malang. Selain itu sisi sebelah barat ada gunung kawi atau masyarakat Kota
Malang menyebutnya gunung putri tidur, karena sekilas dilihat memang seperti putri
yang sedang tidur dengan rambut yang terurai. Tata kota Malang memang sangat
baik sejak zaman belanda dengan membuat jalan ijen, jalan yang sangat
legendaris di kota malang. Selain Jalan ijen ada juga alun-alun bunder yang
letaknya didepan kantor Wali Kota dan dekat dengan stasiun kota baru. Bila
Pemerintah kota malang jeli dengan memoles bangunan-bangunan cagar budaya ini
niscaya banyak Wisatawan mancanegara atau domestik berdatangan ke Kota Malang. Sementara
ini Kota Malang hanya kota singgahan Wisatawan yang datang ke Kota Batu. Memang
harus diakui Kota Malang dalam hal tujuan Wisata masih kalah dengan Kota Batu yang
mana Kota Batu memiliki banyak tempat-tempat Wisata dan memoles alun-alunnya
yang cukup baik untuk menarik Wisatawan. Kota Malang memiliki potensi Wisata Cagar Budaya, seperti bangunan asrama Universitas
Negeri Malang yang ada didekat Bali Kota Malang apa bila di perbaiki dan
dipercantik bangunan itu bisa dimanfaatkan sebagai tujuan Wisata seperti contoh
difungsikan sebagai Tempat makan atau tempat pamer Produk kerajinan tangan khas
Malang dan masih banyak lagi aset-aset bangunan cagar budaya. Ada asset satu lagi dikota Malang yang belum digali, mungkin ini agak
ekstrim yaitu Wisata Kuburan Kuno. Dimalang ada sebuah komplek pemakaman kuno
zaman belanda yang letaknya didaerah Sukun Kota Malang. Pemakaman Zaman Belanda
ini memiliki ciri khas dengan bentuk bangunan dan patung-patung yang cukup
unik. Apabila Dipermak dengan dibersihkan rumput ilalang dan mengecatnya saya
rasa Pemakaman itu jauh dari kesan
Angker dan menakutkan bisa sebagai tujuan wisata atau dipergunakan untuk
tempat syuting film, objek Fotografer Dll . Selain Itu Di Daerah malang juga ada Pabrik Gula yang notabene merupakan memiliki bangunan dan aset cagar budaya. Kalau Manajemen Pabrik gula bisa memanfaatkan secara maksimal aset-aset yang dimiliki pasti akan dapat pendapatan sampingan selain hasil gulanya. Pabrik gula dengan memanfaatkan Rel-rel Lori sebagai wisata Kereta tua dengan jalur-jalur perkebunan dengan nuansa alam disisi kiri kanan sepanjang perjalanan dengan menggunakan Lokomotif Kuno Milik pabrik. Sebuah Pemikiran Sederhana Ala Sang
Pemulung……………………………..
Rabu, 06 Juni 2012
Radio Saksi Bisu Sejarah Kemerdekaan Republik Indonesia
Radio adalah teknologi
yang digunakan untuk pengiriman sinyal dengan cara modulasi dan radiasi
elektromagnetik (gelombang elektromagnetik). Gelombang ini melintas dan
merambat lewat udara dan bisa juga merambat lewat ruang angkasa yang hampa
udara, karena gelombang ini tidak memerlukan medium pengangkut (seperti molekul
udara).Ketika kemunculannya pertama kali pada 1920, media penyiaran radio langsung menjadi primadona di masyarakat. Pasalnya, media ini menawarkan penyebaran informasi yang lebih luas, lebih cepat, lebih interaktif, dan lebih menghibur. Sebuah penawaran yang tidak mampu disuguhkan koran dan media massa cetak lainnya ketika itu. Radio pada masa penjajahan merupakan alat yang sangat vital untuk
mengumumkan suatu kebijakan atau pengumuman untuk tujuan tertentu. Pada masa
itu hanya segelintir orang yang memiliki sebuah radio, sehingga pada saat itu
radio merupakan suatu barang yang mewah. Orang-orang akan berkerumun hanya
untuk mendengarkan siaran radio. Pada saat proklamasi dikumandangkan peran dari
radio sangat vital karena proklamasi disiarkan biar seluruh rakyat Indonesia
dan dunia mendengar bahwa tanggal 17 Agustus 1945 telah lahir Republik
Indonesia. Radio merupakan alat propaganda yang efektif pada zaman itu. Delapan puluh tahun kemudian, radio masih tetap dikonsumsi masyarakat. Namun, jumlah pendengarnya semakin menurun saja saat ini. Sebabnya, budaya masyarakat dalam mengakses informasi berubah. Seiring
perkembangan zaman radio mulai beralih fungsi yang dulunya sebagai alat hiburan dan
propaganda berubah menjadi Aksesoris/hiasan Rumah atau Rumah Makan konsep
klasik. Pada zaman kemerdekaan banyak sekali merk-merk radio yang beredar di
Indonesia diantaranya adalah : Philips, Erres, Grundig, Telefunken, Galindra, Ralin, Maphira dll. Radio radio
itulah sebagai saksi sejarah akan berdirinya Republik ini sehingga saya pribadi
sebagai pecinta barang antik/radio antik menghimbau untuk tidak menjual barang-barang antik terutama Radio antik
keluar negeri agar penanda berdirinya republik ini tidak musnah dari Negara tercinta ini. Untuk mengetahui
tahun pembuatan radio Philips adalah sebagai berikut :
Kode radio tabung merk
Philips menggunakan 6 hingga 7 digit kode sebagai identifikasi produknya.
Penomoran tersebut dimanfaatkan selama 20 tahun, sejak 1946 hingga 1966 :
-- Dekade
1946-1956, urutan nomor diawali oleh 2 huruf (misal BX, BD, BF)
-- Dekade
1956-1966 dengan huruf dan angka (misal B4, B6, L4).
Selepas tahun 1966,
Philips pun mengubah sistem penomoran produknya, yakni dengan kode AL, RL.
Semisal 90 RL 490, 16 AL 360 / 00R, dan lain-lain.
Metode Penomoran pada
Periode : 1946-1956
- Kode
pertama berupa Huruf merupakan kode untuk Jenis/Tipe
- Kode kedua
berupa Huruf merupakan kode untuk Lokasi Perakitan
- Kode
ketiga berupa Angka merupakan kode untuk Kelas Harga
- Kode
keempat berupa Angka merupakan kode untuk Tahun
- Kode
kelima berupa Angka merupakan akhiran
- Kode
keenam Catu Daya
Metode Penomoran pada
Periode : 1956-1966
- Kode
pertama berupa Huruf merupakan kode untuk Jenis/Tipe
- Kode kedua
berupa Angka merupakan kode untuk Kelas Harga
- Kode
ketiga berupa Huruf merupakan kode untuk Lokasi Perakitan
- Kode
keempat berupa Angka-Angka merupakan kode untuk Tahun
- Kode
kelima berupa Angka merupakan kode untuk Catu Daya
- Akhiran
Berikut maksud dari
masing-masing kode tersebut.
1. Urutan pertama :
jenis produk
A :Tuner
F : Console
B : Tabletop
N : Radio
Mobil
H : Radio
dengan Pickup
L : Portabel
P : Portabel
/ Radio Mobil
T : Televisi
2. Urutan kedua :
Kelas harga
Menunjukkan kelas dan
harga. Semakin kecil angka nomornya, berarti makin murah dan rendah kelasnya,
sebaliknya semakin besar berarti semakin mahal. Kelas juga menunjukkan
fasilitas yang menyertainya, misalnya untuk angka 0 (nol) adalah paling murah
dan sederhana, tanpa disertai fasilitas apapun. Angka 6 dapat dipergunakan
sebagai amplifier. Angka 9 termahal sekaligus memiliki beberapa fasilitas
seperti tape recorder dan signal scope.
3. Urutan ketiga :
Lokasi perakitan
X : Belanda
/ Belgia
A: Austria
D: Jerman
S: Swedia
DK: Denmark
E: Spanyol
F : Perancis
SF:
Finlandia
G: Inggris
Raya
I: Italia
N: Norwegia
W: Amerika
Serikat
Pada masa jayanya,
Philips memiliki banyak pabrik perakitan elektronik di berbagai negara, hingga
dimunculkanlah kode-kode tertentu untuk membedakan asal pabrik perakitan. Yang
paling umum adalah kode X, yang merupakan produksi Belanda (juga Belgia).
Pasangan huruf dan nomor juga bisa berarti lokasi perakitan, misalnya E-nomor
berasal dari Eindhoven, PL-nomor dari Philips Leuven.
Radio dengan kode IN
adalah rakitan pabrik Philips di Indonesia.
4. Urutan keempat :
tahun pembuatan dan serial
Urutan keempat dan
kelima merupakan pasangan nomor dari 00 hingga 99. Angka pertama memperlihatkan
tahun pembuatan, sementara angka belakangnya sebagai pembeda dua radio yang
memiliki karakteristik sama atau mungkin dibuat pada th yang sama.
5. Urutan kelima :
sumber daya
A : Tenaga
listrik AC
U :
Universal (AC / DC)
B : Baterai
V : Aki
T : Radio
transistor dengan baterai voltase rendah
X : Catu
daya utama AC atau dengan vibrator DC
Z : Gabungan
aki / soket
Radio dgn kode A
berarti dapt langsung dicolokkan ke listrik rumah. Perhatikan, untuk kode U
radio tersebut dapat menggunakan AC maupun DC (90 Volt DC). Huruf V umumnya
adalah radio mobil. Kode huruf X berarti radio tersebut memiliki catu
daya utama AC, tetapi dapat dinyalakan dengan catu daya DC melalui vibrator
(semacam tenaga cadangan, fungsinya mirip baterai).
6. Urutan Terakhir :
akhiran penutup
Akhiran (bisa berupa
garis miring atau nomor) adalah kode tambahan, dan bisa juga berarti apa saja.
Misalnya sebagai kode perbaikan teknis, tingkat pengembangan, besar frekuensi
daya listrik, kode modifikasi, maupun produk untuk pasar tertentu.
Mari kita praktekkan,
radio Philips dengan nomor seri B6X61A/01, dapat diartikan :
B = Jenis
radio
6 = Kelasnya
X = Negara
Perakit
61 = Tahun
(depan) - Serial (belakang)
A = Catu
Daya
01 = Akhiran
Jadi ia adalah Philips
model table top, klas VI (biasanya memiliki fungsi untuk input piringan
hitam/phono) dirakit di Belanda pada tahun 1956, menggunakan catu daya listrik
AC.
Misalnya lagi nomor
seri L4X24T, maka produk itu adalah radio jinjing (portabel) dengan komponen
transistor, bertenaga baterai, yang dirakit di Belanda pada tahun 1962. Nah
untuk radio Roti, misal BIN318U dapat diterjemahkan sebagai berikut:
B = jenis
radionya (Table top alias ditaroh di atas meja)
IN = Rakitan
Indonesia
3 = radio
ini berada di kelas III kualitasnya
1 = dibuat
sekitaran 1951
8 = akhiran
yg berfungsi utk membdakn dg tipe radio roti lainnya yg diproduksi pada thn yg
sama
U = Catu
daya, u berarti UNIVERSAL, berarti bisa AC (127V) bisa DC (90V)
Dimana lokasi
informasi di atas?
Lihat bagian belakang
radio (rear cover), ada tutup karton keras. Biasanya karton tersebut memiliki
semacam lubang jendela kecil yang langsung memperlihatkan secarik kertas yang
menempel di rangka mesin.
Angka yang
tersedia adalah (untuk radio Philips)
-- tegangan
kerja dalam volt
-- frekuensi
kerja dalam hertz
-- nr seri
produksi
-- nr tipe
radio (nah seperti diuraikan di atas)
-- daya
konsumsi dalam watt
( Forum Detik)
Selasa, 29 Mei 2012
Festival Malang Kembali dan Jatidaya 2012
Pemerintah Kota Malang bekerja sama dengan Yayasan Inggil Malang pada tanggal 24 sd 27 Mei 2012 mengadakaan even tahunan Festival Malang Kembali VII atau Malang Tempo Doeloe VII. Acara Tahunan Ini merupakan salah satu cara bagaimana kita melestarikan, mempromosikan dan menghargai budaya kita yang adi luhung. Acara FMK pada tahun ini lebih inovatif dari tahun-tahun sebelumnya karena diacara FMK kali ini tepatnya tanggal 27 Mei 2012 diselingi acara JATIDAYA ( Kerja Bakti Budaya) dengan bergotong royong mengecat bangunan-bangunan cagar budaya disekitaran Wilayah Kayutangan Kota malang. Gotong royong merupakan ciri khas masyarakat Indonesia yang pada saat ini sudah mulai luntur tergerus arus mordenisasi. Acara JATIDAYA ini diikuti berbagai eleman masyarakat di Kota Malang. Acara seperti ini perlu dicontoh kota-kota lain di Indonesia selain kita melestarikan bangunan Cagar budaya juga memperlihatkan "BETAPA INDAHNYA KEBERSAMAAN".
Festival Malang Kembali VII
JATIDAYA
Senin, 14 Mei 2012
Ducati Anjing Kecil “ CUCCIOLO” Yang diterlantarkan
Ducati diprakarsai oleh Adriano ducati, Marcello ducati dan Bruno
ducati. Tiga saudara ini mendirikan pabrik di bologna itali yang menproduksi
jondensor dan komponen2 radio. Perusaan ini kemudian bekerja sama dengan
perusahaan laon dengan memproduksi mesin yang digunakan untuk membuat sepeda
gunung, mesin ini diberi nama cucciolo. Pada tahun 1950 Ducati memproduksi
sebuah kendaraan dengan menggunakan mesin cucciolo tersebut. Motor ini menjadi
motor produksi Ducati yang pertama. Motor ini memiliki berat 44kg dengan
kapasitas mesin 60cc dan kecepatan maksimal hanya 60 Km/jam. Banyaknya
permintaan tidak dibarengi kekuatan produksi membuat Siata kudu putar otak.
Keterbatasan dana memaksa Siata bertemu sebuah pabrik manufacturing diBorgo,
dekat Bologna. Dikenal dengan nama Ducati. Ducati kala itu adalah sebuah pabrik
elektronik dan peralatan ketika pecah perang dunia diItalia. Kebetulan mereka
sedang mencari fasilitas dan karyawan, sehingga perjanjian akhirnya terjadi
diantara mereka (Siata dan Ducati). Produksi hanya 15 unit pada tahun 1946,
membengkak hingga 25,000unit ditahun berikutnya ketika Ducati telah mendapatkan
perjanjian eksklusif untuk berproduksi. Tercatat ditahun 1952, Cucciolos sudah
terjual sekitar 200,000 unit. Waktu terus berjalan. Ducati secara
berkesinambungan membenahi sepeda mesin mereka sampai Cucciolo berubah wujud
sedikit demi sedikit menjadi sepeda motor sesungguhnya. Dulunya hanya model 48,
55E, 55R…berganti menjadi sasis press baja yang sangat kuat. Mesinpun
ditingkatkan dari 48cc hingga 65cc lewat
varian 65sport/T/TL danTS . Generasi mesin Cucciola akhirnya secara bertahap
diganti dengan model “98″. Berdasarkan analisa dan survei model “65″ sudah kurang memenuhi keinginan mayoritas konsumen ditahun 1956 dimana
membutuhkan motor yang lebih bertenaga. Mas produksi dibarengi development
dunia racing. Sejarah mencatat pada tahun itu pula Ducati mampu menciptakan motor racing DOHC 125cc power 19hp lewat
teknologi Desmodromic silinder head sehingga mesin mampu teriak tembus 15ribu
rpm. Sedangkan waktu itu kompetitor lain
dengan diplacement yang sama average output power hanya sekitar 16hp maksimum
putaran 12,500rpm. Alhasil pada GP Hedemora Swedia (1956), Ducati menyalip
semua lawan dengan mudah. Itulah kemenangan pertama kali Ducati. Sayang Giani
Degli Antoni, pembalap andalan tim Bologna tewas ketika melakukan test di GP
Monza mengakibatkan proyek pengembangan Ducati racing tersendat hingga MV
Agusta mendominasi dunia balap sampai tahun 1958. Pada tahun 70an Ducati banyak
memproduksi motor-motor dengan kapasitas cc besar dengan mesin L-twin. Itulah sekilas sejarah dari pabrikan motor
Ducati.
Mengapa judul diatas aku namakan Ducati Anjing kecil karena arti dari
Cucciolo adalah anjing kecil atau Asu Cilik / Segawon Alit. Ducati Cucciolo
hasil pulunganku kali ini boleh terbilang sangat mengenaskan, hampir saja oleh
tukang rosok mau menjagalnya untungnya aku datang diwaktu yang tepat. Pertama
kali melihat motor nenek moyang motornya Valentino Rossi di Moto GP ini cukup mengenaskan terlihat berkarat disana sini dan teronggok disudut
pengepul besi tua. Motor ini aku beli seharga barang rongsokan dengan harga timbangan. Setelah aku mendapatkan si
anjing kecil ini aku restorasi besar-besaran dan hasilnyapun cukup memuaskankan
bagiku sehingga layak untuk penunggu
rumah dengan ditaruh diteras rumah. Si Anjing Kecil ini merupakan Cikal
bakal mesin Desmosedici yang terkenal galak di MotoGP itu. Sebuah usaha
melestarikan benda cagar budaya yang cukup menyenangkan…….
Kamis, 03 Mei 2012
DKW (Dampt Kraft Wagen) Motor Favoritku
Motor DKW adalah motor kedua yang aku miliki.
Motor ini aku beli pertengahan tahun 2008. Motor ini lengkapnya bernama DKW Auto Union RT
125H dengan kapasitas 125CC dengan
desain yang cukup bagus. Motor DKW adalah motor buatan Germany tahun 1956
karena model yang cukup bagus pada masanya sehingga banyak pabrikan di eropa menirukan
desain motor DKW. Motor ini dikalangan penggemar motor antik dijuluki sebagai "RAJA TOURING" karena kalo dipakai touring dengan jarak tempuh yang jauh motor ini termasuk bandel dan jarang pernah rewel . DKW kepanjangan dari Dampt Kraft Wagen. Sejarah
dari DKW sendiri adalah J.S.Rasmussen (1878-1964) seorang Engenier
berkebangsaan Denmark bersama seorang temannya pada tahun 1916 dan mendirikan sebuah
Perusahaan bernama “Zschopauer Maschinenfabric”. Awalnya mereka memproduksi kendaraan
bertenaga uap ber-merk “DampkraftWagen” .Baru setelah itu Ditahun 1919
perusahaan ini mecoba menciptakan sebuah mesin kecil 2-tak- yang dapat dipasang
di sepeda ,dengan menggunakan kulit
sebagai pengikatnya. Mesin-Mesin ini mereka beri nama“Das Knaben Wunder”. Tahun
1921 “Zschopauer Maschinenfabric” berganti nama menjadi “Motorenwerke
Rasmussen”, pada tahun 1922 mereka memproduksi Motor pertama mereka “Das Kline
Wunder” dan setelah itu Perusahaan ini berkembang dengan cepat. Inovasi
berikutnya berupa pembuatan sasis dengan system “press-steel-frames”
memungkinkan DKW berproduksi secara Massal . Mereka menjadi salah satu
perusahaan kendaraan Motor terbesar Dunia.. .Di tahun 1929 kapasitas produksi
“Motorenwerke Rasmussen” diperkirakan mencapai 60.000 unit pertahunnya. Di
tahun 1932 Motorenwerke Rasmussen berakuisisi dengan 3 perusahaan otomotif
lainnya Audi, Wanderer dan Horch menjadi “Auto Union” dengan lambang empat buah
lingkaran,seperti yang dapat kita lihat pada merk Mobil Audi sekarang. di tahun 1949 Perusahaan ini sudah mulai berproduksi kembali dengan
produksi pertamanya DKW RT-125 W (W untuk: War) yang diambil dari kesuksesan
type ini pada Perang sebelumnya.Type inilah yang ditiru banyak Perusahaan Motor
terkemuka Dunia karena keberhasilan daya tahannya pada perang sebelumnya. Era setelah PD ke
II, DKW kembali menjadi salah satu Pabrik Motor terkemuka. Seri seri RT-125 dan
lain seri RT Diperkirakan berhasil dipasarkan sebanyak 48.000 unit keseluruh
penjuru Dunia .Tapi hal ini tak berlangsung lama, Tahun 1958 Mayoritas Saham
DKW diambil alih oleh Perusaan terkemuka Daimler/Bens yang menggabungkan DKW,
dengan Victoria dan Express dibawah bendera “ Zweirad Union” . Mereka
memproduksi motor berkapasitas mesin kecil. Ditahun ini mereka meluncurkan “DKW
Hummell” untuk mencoba merebut pasar cc kecil ,serta scooter type Hoby dan
cukup berhasil. Akhir masa kejaya-an DKW mulai terlihat , setelah sempat dibeli oleh
Volkswagen Group, pada tahun 1966 Zweirad Union dibeli oleh Ficthel &
Sachs…..dimana Perusahaan ini menjual motor Herculess ke Inggris dan
Amerika…dan tidak l`gi menggunakan merk DKW .(sumber : DKWindonesia.com)
Kembali ke Motor DKW ku, Motor ini pernah menemaniku
kerja selama 2 bulan dengan menempuh jarak kurang lebih 50KM PP. Karena motor
ini kurang nyaman untuk dikendarai karena tanpa dilengkapan lampu sein, Lampu
Utama redup dan tidak ada spion (tahu sendiri motor-motor antik tidak ada
perlengkapan tersebut) akhirnya motor ini aku pensiunkan karena alasan Safety
Riding. Sebenarnya seneng dan banyak pengalaman memakai motor tua ini, pernah
suatu saat ada razia petugas dan aku
dihentikan tetapi tidak ditanya kelengkapan motornya tapi malah ditanya tahun berapa pembuatan motor
tersebut. Setelah tahu tahun pembuatan 1956 petugas tersebut kagum kok masih
ada motor tahun 1956 masih bisa jalan. Dan aku dipersilahkan meneruskan
perjalanan mungkin petugas tersebut tahu bahwa motor tersebut sudah termasuk cagar budaya sehingga patut
dipelihara bukan untuk dihancurkan. Tetapi ada pengalaman yang tidak enak tapi itulah
seni mengendarai motor antik pernah
suatu saat motorku mogok dijalan dan tidak bisa dihidupin akhirnya aku mencari
mobil pick up carteran untuk mengangkut
motorku sampai dirumah dengan ongkos 100 rb sampai rumah. Itulah cerita Antara
Aku dan DKW Motor favoritku......Lebih Enak menaiki Motor Tua Dari Pada Wani** Tua.....wkwkwkwkwkkwkwkwk
Kamis, 26 April 2012
Kesetiaan Honda C70
Mendengar kata Honda
pasti berpikir tentang Motor sejuta
umat, inilah sekilas tentang sejarah motor Honda , Motor Honda tidak terlepas dari tangan seorang
Soichiro Honda, sang pendiri. Soichiro Honda ini seorang pembalap, juga seorang
businessman dan juga seorang manufaktur sejati. Disamping semua itu yang paling
penting adalah Soichiro Honda itu adalah seorang pemimpi Dia
memimpikan membuat piston ring yang lebih baik. mendirikan sebuah perusahaan
kecil dan memprodujsinya. Barulah
pada tahun 1958 Seichiro Honda mendirikan pabrikan Honda bersama dengan Takeo
Fujikawa yang sangat mendukung dari sisi finansial. Bersama-sama mereka
mendirikan emperium Honda. Tahun
1953, Honda memproduksi motor 90cc, 4 stroke yang dikenal sebagai “Benly” atau
yang berarti nyaman. Motor ini mempunyai 3 speed gearbox, dan motor ini bisa
laku terjual sebanyak 1000 unit sebulan. Tahun 1957, Honda mengeluarkan untuk pertama kalinya twin cylinder
motorcycles, 250cc OHC, 4 stroke C70. Motor Honda C70 lumayan cukup canggih
dimasanya. Mulailah berbagai produk muncul .. seperti C71 dimana telah
menerapkan electric starter pada engine 250cc. Tahun 1959, Benly 125cc juga dikeluarkan dan sanggup mencapai kecepatan
110 km/h. Dan era keemasan Honda muncul pada bulan Juni 1958, yaitu dengan
dikeluarkannya C100 Super Cub yang disebut-sebut the most successful
motorcycles. Super Cub ini dikembangkan selama 3 tahun, agar murah dan gampang
dikendarai oleh siapapun. Motor ini menggunakan 50cc, OHC, 4 stroke,
centrifugal clutch dengan 3 transmisi kecepatan. Motor ini sangat mudah
dikendarai,.. bahkan bagi pemula sekalipun. Bentuk ini yang dikenal sebagai
bebek sekarang dan menjadi populer pada zamannya. Wanita pun mudah
mengendarainya. soalnya nggak perlu terhambat oleh bentuk konvensional motor
yang ada tanki bensin . Motor ini kemudian muncul berbagai versi 50cc, 70cc dan 90cc.
Motor Honda C70 warna merah tahun pembuatan 1973 ini adalah motor yang setia
menemaniku dalam mencari barang-barang antik. Mengapa aku pilih motor
ini karena alasannya motornya
alhamdulillah gak pernah mogok,enak dan tentu irit yang paling utama. Motor C70
adalah salah satu motor buatan jepang yang banyak penggemarnya dan menurutku
Motor dengan model yang cukup bagus dan tersukses sepanjang sejarah pabrikan
honda. Motor ini berkapasitas mesin 72cc. Motor ini handal dan cukup irit dengan bahan
bakar 1 liter bisa menempuh jarak kurang lebih 70km. Honda C70 memiliki keunggulan harga murah, irit dan handal. Pertama
kali diperkenalkan
di Asia pada tahun 1970, dengan kapasitas mesin 72cc dan berpendingin udara , mesin tunggal, semi-otomatis 3-speed gearbox, dan tenaga kuda yang
cukup untuk menarik sepeda ini ke kecepatan tertinggi 50 mph (80 km / jam).
Model pertama memiliki 6 v listrik, pada tahun 1982, 12 v listrik dan pengapian
CDI diperkenalkan untuk lebih meningkatkan kinerja mesin. Semua model memiliki
rantai penuh-tertutup drive untuk kurang pemeliharaan.
Spesifikasi:
Pemindahan : 72 cm ³
Mesin : 4 langkah
Pengapian : poin Breaker
Transmisi : 3-speed dengan kopling
semi-otomatis
Sistem
bahan bakar : Karburator
Katup : 2 katup / silinder
Top
Speed : 80 km / jam (50
mph)
Listrik : 6 Volt
Setiap kali memakai motor ini selalu ada saja
orang yang bertanya apa motor c70 ini dijual dan pasti aku jawab “maaf tidak dijual”. Banyak orang kagum karena aksesoris motor ini lengkap 100% dan tingkat keorisinilannya mencapai 90% atau hanya cat dan bannya saja yang tidak orisinil. Walupun
kamu berumur 6 tahun lebih tua dariku aku tetap setiap kepadamu honda
C70ku.........................Makin Tua Makin Banyak Santannya...ha...ha.....ha....ha....
Minggu, 22 April 2012
Zundapp Motor Pertamaku
Motor Zundapp super
combinette buatan tahun 1962 adalah motor antik pertamaku. Motor ini
berkapasitas mesin 50cc. Model dari motor ini unik karena model trapnya
menggunakan pedal mirip sepeda onthel. Dan pedal itu selain berfungsi untuk menghidupkan mesin
juga berfungsi sebagai rem . Aku masih ingat betul waktu
itu tahun 2006 Baru saja anakku pertama lahir. Waktu itu aku masih ditugaskan
diluar kota sehingga tiap hari harus Pulang-Pergi. Dalam perjalanan dengan bus aku melihat tempat tambal ban samping
kantor Dishub ada sebuah motor antik ditulisi dijual. Aku melihat 1 minggu belum laku, pada suatu hari aku
berniat tanya berapa sih harga motor tersebut sehingga aku dalam perjalanan pulang
aku sempatkan turun bus untuk bertanya motor tersebut. Aku pun bertanya ke si
pemilik motor dan pemilik motor
bilang bahwa motor tersebut harganya pas 2 juta. Setelah
itu aku pulang tanpa berani lagi tanya karena harganya pas 2 juta, padahal aku
waktu itu pegang uang 1, 350 karena
sebagai karyawan dengan gaji yang pas-pasan sebagian tabunganku habis juga untuk membeli berbagai peralatan
bagi anak pertamaku. Pikirku kalo memang
motor itu rejekiku pasti kena aku.
Setelah beberapa minggu setelah itu ternyata motor tersebut sudah tidak
ada lagi ditempat tambal ban alias
sudah terjual.
Akhirnya membuyarkan angan-anganku untuk memiliki motor Antik. Dengan peristiwa
itu aku tiap bulan menyisihkan penghasilanku agar aku memiliki dana untuk bisa
membeli motor antik. Beberapa bulan
berjalan setelah peristiwa itu pada hari sabtu tepatnya bulan agustus 2006 seperti biasa aku jalan-jalan ke Pasar
loak dan pada hari itu aku melihat ditempat samping jualan jual beli besi tua
ada sepeda motor Zundapp dijual. Aku berkenalan ke pemiliknya dan bertanya
kepadanya berapa motornya dijual.Motor tersebut dijual dengan harga 2,2 juta
aku tawar mulai dari 1,5 juta dan akhirnya sepakat diharga 1,850 juta. Tanpa
pikir panjang motor tersebut aku beli dengan syarat kepada pemiliknya untuk
menyajari aku cara menggunakan motor tersebut karena waktu itu aku blom
bisa/tahu cara mengoperasikan motor itu. Setelah beberapa jam diajari akhirnya
aku bisa mengoperasikannya. Memang motor antik itu banyak seninya karena cara menggunakan
motor ini ada teknik-teknik tersendiri. Itulah pengalaman yang berkesan bagiku
dalam menekuni dunia motor antik sampai sekarang dan pemilik zundapp itu sampai
saat ini jadi montir untuk motor-motor antikku apabila ada yang rusak ato
kurang enak dipakai. Motor Zundapp pertamaku ini pernah ditawar teman jakarta
walaupun memang dari nilai uangnya aku sudah untung tetapi tidak aku lepas karena memang tidak aku jual karena mengingat
usaha yang aku lakukan untuk membeli motor zundapp pertamaku ini penuh perjuangan.
Usaha atau kenangan cara mendapatkan motor ini
yang tidak dapat dinilai dengan uang berapun. Sejarah dari dari Motor Zundapp, sepeda motor
pertama Zundapp adalah Z22 pada tahun 1921. Dengan desain yang simple dan dapat
diandalkan serta diproduksi dengan berbagai seri.Sejarah motor Besar Zundappp
dimulai pada tahun 1938 dengan K-series. (K singkatan dari
"Kardanantrieb" yakni driveshaft ditutupi dengan dua sendi universal,
jenis drivetrain, yang menampilkan model ini). Setelah
Perang Dunia II, perusahaan secara bertahap dialihkan ke mesin-mesin produksi
yang lebih kecil, misalnya dengan "Bella" motorscooter, masih relatif
mesin berat untuk tipe itu. Akhir dari motor besar, dan mengidikasikan juga
salah satu model paling terkenal, dirilis pada 1951: di KS601 dengan 598 cc dua
silinder mesin. Pada tahun 1958 perusahaan dipindahkan dari
Nurnberg ke Munich. Kemudian, perusahaan mengembangkan beberapa model baru yang
lebih kecil, berhenti mengembangkan mesin 4-tak dan hanya memproduksi model
2-tak. Awalnya, Zündapp dan scooters mopeds terjual dengan baik, tetapi
kemudian penjualan menurun, dan pada tahun 1984, perusahaan itu bangkrut dan
ditutup dan sebelum tahun 70an merupakan motor yang cukup
populer di Indonesia sebelum motor-motor buatan jepang merajai pasaran di
Indonesia....Jangan Pernah merasa bahagia sebelum memiliki Motor
Tua........................
Langganan:
Postingan (Atom)


























